Tagar #SlankMakanDuitRakyat Jadi Trending, Bimbim Ngaku Hanya Isi Apel Kebangsaan

Personel Slank, Bimbim (tengah), saat menghadiri sesi jumpa pers acara Apel Kebangsaan: Kita Merah Putih di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (16/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
16 Maret 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Group band legendaris Slank mendadak jadi pembicaraan di media sosial Twitter. kelompok musik yang dimotori Bimbim, Kaka, Ridho, Ivanka, dan Abdee, itu jadi sasaran bullying netizen dengan tagar #SlankMakanDuitRakyat.

Tagar #SlankMakanDuitRakyat itu bahkan sempat masuk dalam 10 besar world wide trending topics dan menjadi trending topic nomor satu di Indonesia.

Bukan tanpa alasan netizen meledek group band yang sudah terbentuk sejak tahun 1983 itu. Alasannya tak lain karena Slank turut menjadi pengisi acara Apel Kebangsaan: Kita Merah Putih yang dihelat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (17/3/2019) pagi.

Acara Apel Kebangsaan: Merah Putih memang tengah menjadi sorotan, tak terkecuali oleh para netizen. Hal itu tak lain karena acara yang akan menghadirkan 130.000 peserta itu menghabiskan dana APBD Jateng yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp18 miliar.

Kendati demikian, pentolan Slank, Bimbim, tak mau ambil pusing dengan respons netizen itu. Pria yang memiliki nama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi itu mengaku group band-nya hadir hanya sebagai pengisi acara.

Nanyanya jangan ke gua. Tanyanya ke penyelenggara [Pemprov Jateng]," ujar Bimbim sambil menunjuk ke arah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam sesi jumpa pers Apel Kebangsaan: Kita Merah Putih di Restoran Kampung Laut, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2019).

"Gua datang gara-gara dipanggil. Ada-ada aja,” kata Bimbim sambil tertawa.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku jika dirinya juga sempat di-bully netizen terkait besarnya anggaran dalam menggelar acara Apel Kebangsaan: Merah Putih itu. Meski demikian, Ganjar tidak mempermasalahkan hal tersebut dan justru mempersilakan semua kalangan masyarakat hadir dalam acara tersebut.

“Enggak apa-apa. Orang enggak harus semua setuju. Saya saja sudah di-bully. Saya ingin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng itu sebenarnya sangat terbuka. Makanya enggak ada yang ditutup-tutupi. Semua boleh melihat [anggaran Rp18 miliar],” ujar Ganjar.

Ganjar pun membantah jika acara itu digelar untuk kepentingan salah satu kandidat maupun partai politik dalam Pilpres 2019. Apalagi sempat beredar rumor acara itu sengaja digelar demi kepentingan politik, karena berlangsung tepat sebulan sebelum pemungutan suara Pemilu 2019 digelar, 17 April nanti.

“Ini bukan pilpres kok. Ini umum. Makanya, unsur pemerintah, legislatif dari partai mana pun saya undang. Enggak cuma PDIP, ada PKB, PKS, Demokrat, juga Gerindra. Kita ingin tunjukkan bahwa kita ingin berjabat tangan dan enggak ada yang dirugikan,” imbuh politikus PDI Perjuangan itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya