Bawaslu Janji Rahasiakan Warga Magelang Pemberi Info

Petugas bawaslu membagikan stiker antipolitik uang di Pasar Watugede, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/3 - 2019). (Antara/Heru Suyitno)
18 Maret 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MUNGKID — Badan Pengawas Pemilihan umum mengajak para pengunjung dan pedagang Pasar Wisata Watugede di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah untuk terlibat aktif dalam pengawasan Pemilu 2019. Bahkan kepala warga Magelang yang bersedia memberikan informasi, bawaslu menjanjikan akan merahasiakan identitas mereka.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M. Habib Saleh mengatakan perlu keterlibatan masyarakat luas dalam pengawasan setiap tahapan Pemilu 2019. Ia menuturkan hal tersebut untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilihan, penyelenggara, masyarakat, dan mereka yang harus netral, seperti ASN, TNI, dan Polri. 

"Kami mengajak pengunjung dan wisatawan untuk mengawasi pemilu," katanya di sela sosialisasi dan deklarasi tolak politik uang, kampanye hitam, dan politisasi SARA di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/3/2019).

Ia mengatakan bawaslu membuka stand di Pasar Watugede untuk pelayanan warga yang ingin mengetahui seluk beluk kepemiluan, mendaftar sebagai bagian dari pengawas partisipatif dan keluarga antipolitik uang.  Menurut dia di Magelang sudah ada sekitar 200.000 keluarga yang tergabung dalam keluarga antipolitik uang, dan berbagai kelompok dan komunitas menjadi pengawas partisipatif.

Warga yang belum terdaftar sebagai pemilih, disarankannya menghubungi PPS setempat agar dimasukkan dalam daftar pemilih, demikian halnya warga yang ingin pindah mencoblos dengan berbagai alasan.  "Jika ada pelanggaran pemilu, harus segera melaporkan pada pengawas setempat. Kami akan merahasiakan identitas pemberi informasi," katanya.

Pengelola Pasar Watugede, Ari, mengatakan gembira dipercaya bawaslu untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif dalam Pemilu 2019. " Kami keluarga besar Pasar Watugede mendukung terselenggaranya pemilu yang demokratis dan memilih berdasar hati nurani," katanya.

Seorang pengunjung pasar Khasanah mengatakan tertarik terlibat dalam pengawasan partisipatif setelah mengetahui pentingnya terselenggaranya pemilu sesuai regulasi. "Semoga sosialisasi terus digencarkan dan semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengawasan partisipatif untuk terwujudnya demokrasi dan terpilihnya pemimpin terbaik di negeri ini pada pemilu nanti," katanya.

Pada acara tersebut pengawas melakukan sosialisasi pada pedagang dan pengunjung pasar Watugede dengan membagikan stiker antipilitik uang dan anti hoaks serta masuk menjadi keluarga antipolitik uang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara