Di Semarang, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bicara Potensi UMKM Solo

Staf Khusus Menteri Perdagangan yang juga Caleg Partai Nasdem, Eva Yuliana. (Semarangpos,com/Partai Nasdem Jateng)
19 Maret 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antarlembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo, Jawa Tengah (Jateng), memiliki potensi yang menjanjikan. Hal itu tak lain karena selain kondusif, Solo juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jateng.

“Hal itu tentu akan semakim mempermudah pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya, terutama yang berbasis pariwisata,” ujar Eva dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Minggu (17/3/2019).

Eva menilai keberhasilan UMKM juga tak terlepas dari peran pemerintah. Salah satunya dengan turut memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM Indonesia ke luar negeri.

Melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), pemerintah juga kerap menggelar kegiatan kalender expo yang dimaksudkan untuk memperluas cakupan pasar UMKM, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dengan cara itu, produk sejumlah UMKM maupun industri kecil yang ada di Soloraya sudah mampu menembus pasar ekspor, kendati masih dalam skala kecil. "Karena dukungan kebijakan berupa keringanan biaya ekspor maupun biaya untuk impor bahan baku UMKM," imbuh politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu.

Apalagi, lanjutnya, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhatian UMKM. Misalnya terkait kemudahan kepada para pelaku industri kecil menengah mudah bagi mereka untuk mendapatkan bahan baku.

Selain itu, industry kecil menengah (IKM) juga tidak dikenai pajak dalam mengimpor atau memasukan bahan baku, dengan syarat produknya bisa diekspor.

Kendati begitu, Caleg Dapil Jateng V itu berharao para pelaku UMKM juga harus mampu mengikuti perkembangan jaman dengan memanfaatkan teknologi digital bagi kemajuan usahanya.

"Sehingga, akan semakin memperkuat produk UMKM unggulan tersebut dalam membidik pasar yang lebih luas, karena dukungan pemasaran melalui teknologi informasi," jelasnya.

Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan era Presiden SBY, Muhammad Luthfi, mengatakan pembangunan infrastruktur dan berbagai program pemerintah, seperti dana desa, serta kredit usaha rakyat (KUR) sukses memicu pertumbuhan UMKM.

Salah satu produk yang pertumbuhannya cukup agresif dalah sektor makanan. Sementara produk tradisional seperti kerajinan dan perhiasan, secara pertumbuhan sudah mulai dua digit. Namun, jika pemerintah ingin membawa lagi produk potensial lain ke mancanegara, maka sektor produk makanan bisa menjadi peluang besar.

"Kalau mau bawa produk UMKM yang lain pemerintah bisa mengupayakan produk makanan, yang potensinya masih sangat besar dalam mendukung berkembangnya UMKM,” sambung mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Luthfi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya