1.874 Ha Padi Purworejo Terendam Banjir

Tanaman padi siap panen di Purworejo terendam banjir sejak Sabtu (16/3 - 2019). (Antara/Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo)
19 Maret 2019 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOREJO — Sebanyak 1.872 ha tanaman padi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terendam banjir akibat hujan hujan yang terjadi selama dua hari sejak Sabtu (16/3/2019).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Eko Anang, mengatakan tanaman padi yang terendam banjir tersebut tersebar di tujuh kecamatan. Ketujuh kecamatan tersebut meliputi Ngombol sebanyak 688 ha, Pituruh 68 ha, Purwodadi 250 ha, Banyuurip 154 ha, Grabag 550 ha, Bayan 127 ha, dan Kecamatan Bagelen 37 ha.

"Tanaman padi terendam air sekitar 50 cm hingga 100 cm, tanaman yang terendam berumur antara 70 hari hingga menjelang panen," katanya di Purworejo, Jawa Tengah, Senin (18/3/2019).

Ia menganjurkan bagi tanaman padi yang siap panen sebaiknya segera diselamatkan, jangan sampai lebih dari tiga hari terendam air. "Menyelamatkannya dengan cara memanen, kalau lebih dari tiga hari terendam air maka mutu akan turun dan jika tanaman roboh maka gabah akan tumbuh menjadi benih," katanya.

Ia menuturkan untuk tanaman padi yang baru berumur 70 hari harus menunggu air sampai surut baru bisa ditangani. Bagi tanaman yang roboh bisa didirikan dengan cara mengikat beberapa rumpun padi menjadi satu. "Padi berumur 70 hari memang sudah berisi tetapi belum penuh dan dampak terendam banjir maka produksinya akan turun," katanya.

Menurut dia untuk Kecamatan Ngombol, Pituruh, dan Purwodadi panen sudah mencapai sekitar 50%, kemudian untuk Kecamatan Banyuurip dan Grabag panen baru mulai, dan Kecamatan Bayan belum ada panen. "Tanaman padi di Kecamatan Grabag, Pituruh, dan Purwodadi banyak yang roboh, maka harus cepat mendapat penanganan," katanya.

Ia menyampaikan jika tanaman padi tumbuh normal produktivitasnya bisa mencapai tujuh hingga delapan ton gabah kering giling per hektare. Namun bagi tanaman yang baru berumur 70 hari produktivitas bisa turun 30%-70%, sedangkan tanaman yang roboh bisa turun 50%. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara