Apel Kebangsaan Telan Dana APBD Rp18 M, Pattiro Desak BPK Turun Tangan

Sejumlah tokoh nasional dan agama menghadiri Apel Kebangsaan dengan tema "Kita Merah Putih" di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/3 - 2019). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
22 Maret 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun tangan untuk menyelidiki penggunaan dana APBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2019 senilai Rp18.764.420.000 untuk menggelar Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang digelar di Kota Semarang, Minggu (17/3/2019).

“Kepada BPK RI, kami minta segera melakukan audit investigative terhadap pelaksanaan proyek itu. Selain itu, kami juga minta DPRD Jateng menggunakan hak interplasi dengan mengajukan usulan audit,” ujar Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho, kepada Semarangpos.com, Kamis (21/3/2019)

Widi menambahkan acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang menghadirkan sederet artis dan ulama itu menggunakan APBD Jateng 2019 pada pos anggaran 3Satuan Kerja (Satker) Kesbangpol Pemprov Jateng dengan nilai pemenangan lelang Rp16.399.035.000 dan nilai pagu mencapai Rp18.764.420.000.

Menurut Pattiro, acara yang berlangsung selama setengah hari itu mengundang beberapa persoalan. Salah satunya yakni konten acara yang tidak berbasis kerja dan banyak berisi hiburan musik dari para artis ibu kota, seperti Slank, Letto, Armada, Virza Idol, hingga pedangdut Nella Kharisma.

“Tidak ada tolak ukur yang menonjol dalam acara itu. Hal itu tak bedanya dengan sebuah konser musik. Seharusnya tidak perlu dibiayai negara, cukup diserahkan kepada masyarakat atau swasta dengan pembiayaan mandiri, melalui penjualan tiket dan sponsor,” imbuh Widi.

Selain acara yang terkesan hura-hura, Widi menilai pelaksanaan tender acara itu juga sedikit janggal. Hal itu dikarenakan pelaksanaan tender dari proyek dilakukan dengan menggunakan sistem tender cepat.

“Kami mempertanyakan apakah sistem tender yang dijalankan sudah kompetitif,” imbuhnya.

Widi menambahkan dana Rp18 miliar untuk sebuah acara yang bersifat hiburan dan seremonial itu terbilang besar. Dana sebesar itu, menurutnya akan lebih bijaksana jika dialokasikan kepada kebutuhan pemerintah yang lebih mendesak, seperti pengentasan kemiskinan, kesehatan, maupun infrastruktur.

“Kemudahan mengalokasikan anggaran untuk proyek bersifat hiburan dan seremonial ini menunjukkan disorientasi Pemprov Jateng dalam menerjemahkan visi Gubernur ‘mboten korupsi, mboten ngapusi’ secara operasional dan menentukan dalam prioritas,” imbuhnya.

Selain menghadirkan sederet artis, acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang digagas Pemprov Jateng melalui Badan Kesbangpol Jateng itu juga mendatangkan sederet tokoh agama, seperti Habib Luthfi, K.H. Maimoen Zubair, Gus Muwafiq, dan Mahfud M.D.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya