Pekalongan Hadirkan Dosen Arkeologi UGM demi Didik Lestarikan Cagar Budaya

Edukasi pelestarian cagar budaya di Kota Pekalongan, Jateng, Rabu (20/3 - 2019) (Antara/Kutnadi)
22 Maret 2019 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Edukasi siswa dan guru berbasis cagar budaya digelar di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2019) sore. Dosen Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Musadad dihadirkan untuk mengisi kegiatan tersebut.

Kepada warga Pekalongan, Musadad menuturkan perlunya ada kesadaran dan dukungan masyarakat untuk melestarikan benda cagar budaya di Indonesia sehingga peninggalan purbakala itu tidak punah. "Makanya, saya berusaha untuk saling mengenal dengan komunitas-komunitas yang punya konsen dengan cagar budaya karena mereka menjadi ujung tombak satu pengamanan dan perhatian terhadap keberadaan cagar budaya," kata dosen Arkeologi UGM itu.

Menurut dia, masing-masing masyarakat memiliki profesi yang berbeda sehingga perlu adanya kolaborasi perhatian semua pihak terhadap kelestarian cagar budaya. Namun, sambung dia, keberadaan cagar budaya ini tidak akan lestari tanpa adanya perhatian dari praktisi pada bidangnya yang berada di ujung bawah.

"[Memang] ada dinas, ada balai pelestarian [peninggalan purbakala/BP3] tetapi [pengawasannya] terbatas. Semua pihak memiliki tanggung jawab [melestarikan cagar budaya]," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan beralih fungsinya cagar budaya apabila pemiliknya tetap melakukan pemeliharaan dan tidak mengubah sepenuhnya keberadaan bangunan. "Jika untuk [pemeliharaan] beralih fungsi tidak apa-apa daripada hancur [tidak dirawat]. Hanya saja, alih fungsi itu [jangan] dihancurkan total. Kita memang tidak berharap balik lagi ke kekunoan tapi kita bisa menunjukan memilik warisan untuk genarasi ke depan," katanya.

Ia menambahkan melalui kegiatan Edukasi Siswa dan Guru Berbasis Cagar Budaya diharapkan para siswa dan guru yang merupakan bagian dari masyarakat bisa menularkan pengetahuannya terhadap perlu adanya kelestarian cagar budaya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara