23 ASN di Jateng Tak Netral, Kopi Ireng Mengadu ke Bawaslu

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiudin, menerima laporan dari Kopi Ireng terkait pelanggaran netralitas ASN di Kantor Bawaslu Jateng, Kamis (21/3 - 2019). (Semarangpos.com/Kopi Ireng)
22 Maret 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya Koalisi Komunitas Peduli Pemilu Bersih Jateng (Kopi Ireng) mengendus keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam praktik politik pada Pemilu 2019. Mereka pun mengadukan penemuan itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng), Kamis (21/3/2019).

Salah satu anggota Kopi Ireng, M. Syofi, mengatakan total ada 23 ASN di Jateng yang terindikasi melakukan pelanggaran Pemilu 2019. Indikasi itu diketahui melalui pemantauan tim Kopi Ireng yang digelar selama dua pekan terakhir,.

“Mayoritas temuan itu kami peroleh secara tidak langsung melalui medsos. Tapi, ada juga yang diperoleh secara langsung. Sebagai tindak lanjut penemuan itu, kami laporkan ke Bawaslu Jateng,” ujar Syofi kepada Semarangpos.com, Kamis petang.

Syofi menambahkan sesuai UU No.5/2014 tentang ASN, pegawai negeri sipil memang memiliki hak pilih saat pemilu nanti. Meski demikian, ASN dituntut untuk bebas dari pengaruh maupun intervensi semua golongan maupun partai politik.

“Namun banyak yang melanggar netralitas. Padahal pemungutan suara akan berlangsung sebentar lagi, sekitar dua pekan lagi. Ini yang perlu kita antisipasi,” ujar Syofi.

Syofi menambahkan selama dua pekan pengawasan itu, para ASN tersebut diduga melakukan pelanggaran netralitas yang tercantum pada Peraturan Pemerintah (PP) No.42/2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS maupun PP No.53/2010 tentang Disiplin PNS.

Sementara itu, Koordinator Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiudin, mengapresiasi langkah Kopi Ireng dalam melakukan pengawasan secara mandiri. Ia pun berjanji akan mengkaji temuan itu, sebelum melakukan penindakan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam melakukan pemantauan. Apalagi, sebentar lagi akan digelar Rapat Umum Akbar [kampanye terbuka] pada 24 Maret – 15 April nanti,” ujar Rofi dalam keterangan resmi.

Selain menyerahkan temuan itu ke Bawaslu, Kopi Ireng juga melaporkan temuan tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya