Dedy-Jumadi Resmi Pimpin Kota Tegal

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Sabtu (23/3 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
23 Maret 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pasangan Dedy Yon Supriyono-Muhammad Jumadi resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal periode 2019-2024. Pelantikan Dedy-Jumadi sebagai pemimpin Kota Tegal itu dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (23/3/2019).

Pelantikan dipimpin langsung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Selain Ganjar, pejabat lain yang turut hadir dalam pengambilan sumpah jabatan itu, antara lain Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono.

Dalam sambutannya, Ganjar meminta kepada Dedy dan Jumadi untuk mengembalikan kejayaan Kota Tegal yang sempat surut dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih, pasca-Kota Tegal menjadi sorotan publik menyusul tetangkapnya mantan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 2017 lalu.

"Tegal harus bangkit. Lupakan masa lalu dan tatap masa depan yang lebih baik," kata Ganjar.

Korupsi lanjut dia harus dihapus dari Kota Tegal. Caranya, dengan mengedepankan pelayanan yang baik yakni mudah, murah, cepat, akuntabel dan transparan.

"Reformasi birokrasi menjadi kewajiban utama dari pak Dedy dan Jumadi. Mitigasi korupsi juga harus dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel," paparnya.

Kota Tegal lanjut Ganjar memiliki banyak sekali potensi yang bagus. Kota ini dikenal masyarakat luas sebagai Jepang-nya Indonesia.

"Ini potensi bagus yang harusnya bisa di gas pol untuk memajukan Kota Tegal," tambahnya.

Tak lupa Ganjar juga berpesan kepada Dedy dan Jumadi untuk terus menekan angka kemiskinan, angka kematian ibu melahirkan, angka kematian balita dan persoalan-persoalan lainnya. Pihaknya menyarankan agar menggandeng sejumlah pihak termasuk keterlibatan PKK.

"PKK bisa dilibatkan dalam setiap program. Instansi lain juga harus digandeng untuk keroyokan membangun Kota Tegal," tambahnya.

Kemiskinan di Kota Tegal lanjut Ganjar saat ini sudah menunjukkan penurunan yang signifikan yakni 7%.  Jumlah itu bahkan melebihi kota dan kabupaten lain di Indonesia.

"Ini akan mempermudah pekerjaan yang ada. Saya juga titip pesan, yang menjadi ciri khas kota itu harus pelayanan prima, koranya bersih, banyak taman indah dan fasilitas publik juga tersedia. Kalau itu dipenuhi, maka masyarakat akan senang, karena sebenarnya itu yang diharapkan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengaku akan bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan Kota Tegal.

"Reformasi birokrasi, pelayanan prima, pencegahan korupsi akan menjadi prioritas kami dalam lima tahun ke depan," ucapnya.

Dedy-Jumadi terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal setelah memenangi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2018. Pasangan yang didukung Partai Gerindra, Demokrat, PPP, PAN, dan PKS itu terpilih setelah meraih dukungan 38.091 suara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya