Dilaporkan ke Bareskrim, Begini Reaksi Sudirman Said…

Sudirman Said. (Instagram/sudirmansa1d)
26 Maret 2019 13:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menanggapi dingin pelaporan dirinya ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas tuduhan tindak pidana korupsi. Ia menilai laporan itu hanya sebuah serangan fitnah musiman yang terjadi saat masa penting, seperti Pilpres 2019.

“Seringkali serangan fitnah begini muncul di saat-saat penting.  Misalnya waktu saya beberes mafia migas, kemudian ketika mengurus Papa Minta Saham, dan juga saat maju sebagai calon gubernur (cagub) beberapa waktu lalu,” ujar Sudirman kepada Semarangpos.com, Selasa (25/3/2019).

Sudirman mengaku kali ini fitnah atas dirinya muncul saat tengah berupaya memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sudirman Said di kubu tim pemenangan Prabowo-Sandi memang menjabat sebagai juru bicara tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

“Enggak apa-apa. Saya menanggapi hal itu biasa saja, karena sudah biasa menghadapi hal seperti itu. Saya sudah hafal nadanya dan bisa menduga siapa sutradara dan asisten sutradaranya. Penulis skenario fisiknya, saya juga tahu,” ujar pria yang berpasangan dengan Ida Fauziyah pada Pilgub 2018 lalu.

Terkait materi yang dilaporkan, Sudirman menyatakan saat menjadi menteri dirinya tidak pernah berurusan dengan penunjukkan kontraktor atau vendor.  Hanya sesekali dia mendengar laporan perkembangan beberapa proyek strategis. 

Dia juga tidak tahu menahu soal proyek Sorong Offshore Base. “Saya dengar nama proyek Sorong Offshore Base saja belum pernah,” tegasnya.

Atas semua fitnah yang ditujukan kepada dirinya Sudirman menganggap ini sebagai bunga-bunga perjuangan musiman.

“Lebih baik kita fokus pada perjuangan memajukan Indonesia,” tutur Sudirman di sela acara bersama sukarelawan Prabowo-Sandi (Padi) di Brebes.

Sudirman Said, yang pernah menjabat Menteri ESDM di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah dilaporkan Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska), Adri Zulpianto.

Selain Sudirman, Alaska juga melaporkan mantan Kepala SKK Migas dan mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tender Sorong Supply Services yang digelar BP Tangguh LNG SKK Migas.

Adri memaparkan dugaan tindak pidana korupsi itu terjadi pada 2015. Saat itu SKK Migas memiliki proyek Shorebase Supply Services di Lamongan dan Gresik Jawa Timur untuk lokasi pertama dengan nilai proyek Rp541 miliar yang digarap oleh PT Petrosea Tbk.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya