Di Semarang, BKPM Ingatkan Iklim Investasi Tergantung Pemilu

Direktur Pengembangan Potensi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Iwan Suryana menyampaikan materi dalam diseminasi Kebijaan Penanaman Modal di Dalam Negeri di Kota Semarang, Jateng, Senin (25/3 - 2019). (Antara/I.C. Senjaya)
26 Maret 2019 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kondusivitas keamanan pemungutan suara pemilu 17 April 2019 mendatang bakal berdampak terhadap iklim investasi di Indonesia. Peringatan akan perlunya kondusivitas pemilu itu disampaikan Direktur Pengembangan Potensi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Iwan Suryana.

"Soal keamanan penting. Indonesia tergolong negara yang aman," kata dia saat tampil dalam Diseminasi Kebijakan Penanaman Modal di Dalam Negeri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/3/2019). Faktor keamanan, lanjut dia, salah satu di antara beberapa syarat bagi masuknya investasi selain sumber daya manusia, sumber daya alam, dan kebijakan pemerintah.

Menurut dia, investasi masih menjadi salah satu tumpuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga menciptakan lapangan kerja. Selama periode 2015 hingga 2019, papar dia, target investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp3.491 triliun dengan porsi sektor penanaman modal asing mencapai 66 persen.

Selain mendorong masuknya investasi, kata dia, pemerataan ekonomi juga menjadi perhatian utama pemerintah. "Infrastruktur harus merata. Saat ini perekonomian masih fokus di Pulau Jawa," katanya.

Anggota Komisi VI DPR Juliari Batubara juga mengharapkan pelaksanaan pemilu 17 April mendatang berjalan lancar. "Diharapkan tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan agar orang-orang tetap mau berinvestasi," katanya.

Investasi dan ekspor, kata dia, masih dua mesin utama perekonomian Indonesia saat ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara