Caleg Nasdem Ini Ingin Kuliner Solo Tambah Maju

Profil Eva Yuliana. (Solopos/Whisnupaksa)
26 Maret 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Keberagaman pengusaha kuliner di Kota Solo rupanya memikat hati calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Eva Yuliana. Staf khusus Menteri Perdagangan itu pun janji akan memajukan kuliner Kota Solo seandainya terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) V itu.

Eva menilai keberadaan pedagang kaki lima (PKL), khususnya kuliner di Kota Solo bukan hanya sebagai pelengkap. Keragaman kuliner di Solo justru menjadi salah satu sektor unggulan, terutama di dunia pariwisata.

"Terlebih, saat ini kota Solo menjadi tujuan wisata domestik dan internasional adalah karena keberadaan para penjaja kuliner," kata Eva dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa (26/3/2019).

Ia mengatakan, pemberdayaan usaha kuliner di Solo dan sekitarnya adalah hal yang mutlak mendapat perhatian semua pihak. Baik oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat. 

"Saya melakukan upaya merancang program yang bisa bermanfaat untuk pengembangan PKL kuliner di Solo. Misalnya membantu mereka yang kira-kira belum punya gerobak, atau sudah punya tetapi perlu dibantu," ujarnya.

Dikatakannya, Solo memiliki beberapa sentra kuliner. Ia pun merasa memiliki tanggung jawab untuk memelihara sekaligus mengembangkannya.

"Salah satu yang paling terkenal adalah Galabo singkatan dari Gladak Langen Bogan di Jalan Mayor Sunaryo, depan Pusat Grosir Solo, itu dulunya jalan biasa, lalu ditutup khusus untuk pejalan kaki," ujarnya.

Kemudian ada sentra kuliner lain yang sudah sejak lama, yakni Nasi Liwet Keprabon. Kemudian, kalau tengah malam di Solo dan sekitarnya masih banyak kuliner, seperti gudeg ceker dan lain-lain.

Selain meningkatkan tempat-tempat wisata kuliner, lanjut Eva, Kota Solo saat ini sering menjadi pilihan untuk lokasi meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE).

“Sehingga bisa usahakan bagaimana ada booth- booth yang disediakan untuk PKL kuliner memeriahkan acara tersebut, ada upaya- upaya yang bisa dilakukan dan menjadi sesuatu yang bermanfaat," tuturnya.

Ketua Umun Ikatan Pedagang Pasar Tradisional  ndonesia Abdullah Mansuri menjelaskan para pembuat kebijakan khususnya pemerintah daerah harus lebih memperhatikan pedagang kecil yang khususnya bergerak di bidang kuliner.

Perhatian misalnya diberikan dengan menjaga kenyamanan dan juga menata kios pedagang. Menurutnya, banyak kios pedagang kuliner kaki lima yang belum ditata dengn baik.Selain itu masih banyak pungutan liar  kepada para pedagang.

"Mereka juga masih dijajah oleh preman -preman lokal," ujar Abdullah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya