Sirene Tsunami di Cilacap Dicoba Lagi

BMKG melakukan uji coba alat peringatan dini tsunami di Kabupaten Cilacap. (Antara/Istimewa)
26 Maret 2019 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Selasa (26/3/2019), kembali menguji coba alat peringatan dini tsunami di wilayah setempat. Uji coba sirene itu dilakukan guna memastikan alat peringatan dini bencana alam di daerah tersebut beroperasi baik.

"Petugas dari Stasiun Geofisika Banjarnegara ikut mendampingi uji coba tersebut dan hasilnya [sirene] beroperasi dengan baik," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara,  Setyoajie Prayoedhi, di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Dia menjelaskan uji coba sirene tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan. "Lokasinya masih sama dengan uji coba pada Februari 2019, yaitu di Kantor Pemerintah Kelurahan Tegal Kamulyan, Kabupaten Cilacap dan BTS Telkomsel di Kelurahan Jetis, Kabupaten Cilacap," katanya.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan pada pukul 10.00 WIB itu diketahui bahwa sirene di Tegal Kamulyan berbunyi sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan. "Selain itu juga telah dicoba aktivasi secara otomatis dari BMKG pusat dan berhasil sebanyak tiga kali," katanya.

Dia menambahkan sirene di Jetis juga berbunyi sesuai dengan protokol sirene yang telah ditetapkan, pada pukul 10.02 WIB. "Berbunyi dengan baik dan diaktivasi secara otomatis dari BMKG pusat juga telah berbunyi sebanyak tiga kali," katanya.

Setyoajie mengatakan kegiatan rutin tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat yang ada dapat dioperasikan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. "BMKG ingin memastikan bahwa seluruh perangkat peringatan dini tsunami dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan baik kapan pun dibutuhkan," katanya.

Dia juga mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana tsunami. "Ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami di wilayah sekitar,"tandas Setyoajie.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara