Bocor, Rumah Prasasti di Magelang Dipugar

Juru pelihara menunjukkan Prasasti Tukmas di Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Antara/Heru Suyitno)
27 Maret 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MUNGKID — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah memperbaiki rumah Prasasti Tukmas di Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jateng yang bocor dengan beberapa kayu pada bagian atapnya lapuk tergerus air hujan.

Juru Pelihara Prasasti Tukmas Surondi di Kabupaten Magelang, Jateng, Senin (25/3/2019), mengatakan kebocoran pada genteng kerpus yang terjadi sejak beberapa waktu lalu bakal merembet jika tidak segera ditangani. Rumah prasasti yang berfungsi untuk melindungi prasasti di dalamnya itu dibangun pada 1980 dan sudah selayaknya direnovasi karena bangunannya sudah berumur 39 tahun.

Prasasti Tukmas terletak di Desa Lebak, Kecamatan Grabag. Batu bertulis itu ditemukan di dekat mata air yang setiap menjelang perayaan Hari Nyepi selalu digunakan umat Hindu di Magelang menggelar upacara melasti. Renovasi yang dilakukan terhadap rumah prasasti di Magelang itu, antara lain mengganti kayu yang rapuh, mengecat genteng dan juga mengecat pagar besi.

Prasasti ini selain memuat tulisan dalam empat baris, juga memuat gambar roda (cakra), teratai (padma), nyala api, denah bangunan, serta gambar yang masih sulit untuk diidentifikasi. Gambar yang dapat diidentifikasi merujuk pada laksana (tanda khusus) yang digunakan para pemuja Siwa sebagai bagian dari agama Hindu.

Prasasti dari batu alam di lereng Gunung Merbabu yang dipahat dengan satu baris aksara Palawa berbahasa Sansekerta sementara ini merupakan prasasti berusia paling awal yang ditemukan di Jawa Tengah. Berdasarkan studi paleografi, disimpulkan bahwa prasasti tersebut berasal dari kisaran abad VI-VII Masehi.

Batu alam berukuran cukup besar yang memuat aksara dan bahasa dari India tersebut berada di dekat sebuah mata air yang jernih. Boleh jadi mata air tersebut merupakan sumber air suci, layaknya air suci dari Sungai Gangga di India yang dipercaya oleh masyarakat dan pemuka agama Siva yang mungkin tinggal di sekitarnya dan mengelola sumber air pada saat itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara