300 Titik Rawan Intai Perjalanan KA

Dirut PT KAI, Edi Sukmoro (kiri), menandatangani prasasti persemian Monumen Lokomotif di kawasan Kota Lama, Semarang, Selasa (26/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
27 Maret 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menerjunkan sekitar 11.000 personel keamanan untuk mengawasi jalur kereta api yang dianggap rawan saat masa angkut mudik Lebaran 2019 nanti.

Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Edi Sukmoro, saat menghadiri peresmian Monumen Lokomotif di kompleks Stasiun Tawang, Kota Lama, Semarang, Selasa (26/3/2019).

Edi menyebut ada sekitar 300 titik rawan yang berpotensi mengganggu perjalanan KA. Ke-300 titik rawan itu sebagian besar berada di jalur selatan.

"Titik rawan sudah kita kelompokan, yakni longsor, banjir, dan ambles. Paling banyak di jalur selatan karena di sana mudah longsor dan banyak tebing yang terjal," ujar Edi.

Selain rawan bencana, Edi mengatakan fokus pengamanan saat masa angkut Lebaran 2019 nanti juga terdapat pada jalur perlintasan sebidang. Hal itu dikarenakan perlintasan sebidang kerap memakan korban jiwa, terutama yang tidak dijaga maupun liar.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com beberapa waktu lalu, ada sekitar 433 perlintasan sebidang yang ada di wilayah PT KAI Daerah Operasional (Daops) IV Semarang. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 71% atau 309 jalur perlintasan sebidang di antaranya tidak dijaga maupun liar.

"Jadi bukan tanpa alasan ya kita men-dispath petugas sebanyak itu (11.000 personel). Dari jumlah sebanyak itu, 1000 orang di antaranya kita ambil dari anggota TNI dan Polri," imbuh Edi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya