Ini Dia Spot Wisata Tergres di Kota Lama Semarang…

Warga masyarakat menyaksikan pengoperasian dancing fountain dan Monumen Lokomotif di kawasan Kota Lama, Semarang, Selasa (27/3 - 2019) malam. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
28 Maret 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebuah spot wisata baru hadir di kawasan Kota Lama Semarang. Spot wisata itu tak lain adalah Monumen Lokomotif dan air mancur menari atau dancing fountain yang terletak di depan Stasiun Tawang atau tepatnya di sisi utara Polder Tawang.

Kedua spot wisata milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu bahkan sudah resmi dibuka dan beroperasi, Selasa (26/3/2019) malam. Peresmian dua spot wisata itu dihadiri Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Edi Sukmoro, dan Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) sekaligus Wakil Wali (Wawali) Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu.

Edi berharap dengan adanya Monumen Lokomotif dan pertunjukan dancing fountain itu akan menambah daya tarik wisata di kawasan Kota Lama. Selain itu, tampilan Stasiun Tawang dengan adanya dua spot wisata itu juga semakin indah dan nyaman bagi konsumen KAI.

“Kami memang berniat mempercantik stasiun ini. Apalagi, konon stasiun ini merupakan peninggalan Belanda,” ujar Edi saat dijumpai wartawan seusai acara peresmian.

Edi menyebutkan Monumen Lokomotif yang terletak di sisi utara Polder Tawang merupakan monumen yang berisi Lokomotif D 301 59 buatan Jerman. Lokomotif jenis tersebut pernah menjadi idola dan dioperasikan pada 1962. Namun, saat ini Lokomotif D 301 sudah tidak bisa dioperasikan karena mesinnya sudah kuno.

 “Banyak lokomotif kita yang sudah tidak bisa beroperasi karena sudah tidak ada spare part-nya.Jangankan spare part-nya, pabriknya juga sudah tidak ada. Jadi, daripada nganggur lebih baik kita pajang, dijadikan monumen,” imbuh Edi.

Edi menambahkan saat ini ada dua stasiun di Indonesia yang memiliki Monumen Lokomotif. Selain Stasiun Tawang, Monumen Lokomotif juga ada di Stasiun Yogyakarta atau yang populer disebut Stasiun Tugu.

“Harapan kami, dengan adanya monumen ini masyarakat jadi bisa tahu banyak tentang sejarah perkembangan kereta api di Indonesia. Selain itu, masyarakat minimal bisa melihat monument ini saat melintas,” tutur Edi.

Sementara itu, Ita, sapaan akrab Wawali Kota Semarang berterima kasih dengan peran PT KAI dalam mempercantik Kota Semarang, terutama kawasan Kota Lama. Ia pun berharap adanya spot wisata baru di Kota Lama itu akan menambah minat wisatawan berkunjung ke kawasan yang masuk dalam daftar bangunan cagar budaya (BCB) itu.

Monumen Lokomotif dan dancing fountain di Polder Tawang itu pun menambah spot wisata yang instagramable di Kota Lama. Sebelumnya, Kota Lama sudah memiliki beragam spot wisata yang instagramable, seperti Gereja Blendug, Taman Sri Gunting, hingga Gedung Oudetrap.

Dancing fountain di Kota Lama ini merupakan yang keempat yang dimiliki Kota Semarang. Tentunya, ini mempercantik pemandangan di Kota Lama. Harapannya, tentu bisa menambah minat wisatawan berkunjung ke sini,” ujar Ita.

Terpisah, Manajer Bangunan PT KAI Daops IV Semarang, Zainul, mengatakan dancing fountain di kawasan Kota Lama Semarang itu memiliki panjang sekitar 15 meter dengan pencahayaan sebanyak 15 titik. Untuk mengoperasikan pertunjukan air mancur menari itu dibutuhkan kekuatan listrik mencapai 100 watt setiap malamnya.

“Dancing fountainnya akan kita operasikan setiap malam. Mulai pukul 18.00-05.00 WIB,” terang Zainul.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya