PT KAI Resmikan Monumen Lokomotif di Kota Lama Semarang

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Monumen Lokomotif D 301 59 di depan Stasiun Tawang Semarang. (Bisnis/Alif Nazzala Rizki)
28 Maret 2019 04:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Pemerintah Kota Semarang, Rabu (27/3/20919), meresmikan Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan dancing fountain di Polder Stasiun Semarang Tawang.

Peresmian monumen lokomotif ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Polder Stasiun Semarang Tawang merupakan tanah milik PT KAI (Persero) yang diperuntukan sebagai polder resapan air untuk mengurangi banjir di wilayah Kota Lama Semarang. Tanpa mengurangi fungsi itu, PT KAI (Persero) mempercantik polder itu dengan menempatkan monument lokomotif yang eksklusif.

Langkah itu dianggap seiring sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Semarang yang belakangan hari ini tampak fokus pada revitalisasi Kota Lama. Di sisi lain, kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, monumen itu dilatarbelakangi keinginan mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 59 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai tahun 1962. 

"Pada tahun 1962-1963, sebanyak 80 lokomotif didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh DKA [Djawatan Kereta Api] untuk melayani kereta api penumpang maupun kereta api barang di wilayah pulau Jawa," papar Edi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019).

Dia menambahkan beberapa lokomotif yang dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan topangan mesin diesel berdaya 340 HP itu masih beroperasi untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di Pulau jawa dan kereta api wisata di Museum KA Ambarawa. Selain itu lanjut dia, lokomotif yang kini digunakan sebagai monumen, telah beroperasi kurang lebih selama 52 tahun di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia. 

"Tercatat pada bulan April tahun 2014 lalu, lokomotif ini dinyatakan sudah tidak siap operasi dan mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol," ujarnya.

Untuk itu, PT KAI Daerah Operasi IV Semarang berinisiatif untuk menjadikannya monumen di area Kota Lama Semarang yang juga menjadi salah satu ikon di Kota Semarang lengkap dengan hiasan dancing fountain.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis