Ratu Kalinyamat Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional

Seminar Regional Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/3 - 2019). (Antara/Wisnu Adhi)
28 Maret 2019 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Seminar Regional Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, Selasa (26/3/2019), digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kesimpulannya, Ratu Kalinyamat dinilai layak digelari sebagai pahlawan nasional.

Pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie dalam seminar itu memaparkan alasan Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Ia membuka kembali jasa-jasanya dalam mengusir penjajah Portugis pada abad XV.

"Ratu Kalinyamat merupakan panglima perang asal Jepara yang berani melawan penjajah Indonesia dari Portugis," katanya.

Ia menjelaskan Ratu Kalinyamat yang merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana yang terlahir dengan nama Retna Kencana berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat sekaligus membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banteng, Palembang, Aceh, Malaka, serta Tidore. Pemahaman dan visi Ratu Kalinyamat mengenai poros maritim, lanjut dia, membuat industri perkapalan di Jepara, baik kapal perang maupun kapal dagang, dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Menurut dia, apa yang dilakukan Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok yang sudah memiliki wawasan bahwa nusantara sejatinya adalah negeri maritim. "Banyak hal yang dilakukan Ratu Kalinyamat itu sudah sangat advance, bagaimana beliau membangun kekuatan industri itu menjadi industri yang terkoneksi dan beliau membuktikan bahwa dirinya pahlawan laut," ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Jepara pernah mengusulkan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional pada 2005 dan 2016, namun usulan yang difasilitasi Pemkab Jepara ke pemerintah pusat tidak membuahkan hasil hingga saat ini. Connie menyebutkan penolakan usulan yang pernah terjadi itu karena tumpang tindih sejarah dengan cerita masyarakat yang berkembang pada saat itu, tapi dengan bukti fisik yang ada bisa dijadikan dasar untuk mengajukan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

"Sekali lagi, saya mendorong Ratu Kalinyamat mendapat gelar pahlawan nasional dalam dua aspek yaitu penghargaan terhadap apa yang sudah dibuat dan pembelajaran apa yang kita petik dari Ratu Kalinyamat yang meliputi aspek politik, ekonomi, pertahanan, dan aspek politik luar negeri," katanya.

Apabila usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat itu dikabulkan pemerintah, Connie optimistis akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat setempat dan bisa menjadi semangat bangsa Indonesia. Perwakilan dari Dinas Sosial Jawa Tengah Adji Hadi Prakoso mengakui memang ada penolakan usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat dengan alasan konflik politik dengan Arya Penangsang dan peristiwa bertapanya Ratu Kalinyamat.

Pemerintah pusat bahkan masih menganggap jika Ratu Kalinyamat adalah mitos dan legenda lokal tanah Jepara. Menurut dia, jika akan mengusulkan kembali gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat, maka harus disertai bukti-bukti pendukung yang matang.

"Dari usulan sebelumnya dari kajian tim peneliti dan pengkaji pusat, usulan dinyatakan bahwa bukti-bukti fisik atas sejarah Kalinyamat ini masih berbau mitos. Masih banyak cerita ke arah mitos. Usulan kali ini saya minta bisa lebih matang lagi," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara