Ribuan APK Ganggu Keindahan Kota Semarang

Spanduk salah seorang caleg DPR dicopot petugas gabungan penertiban APK di Kota Semarang karena melanggar aturan, Kamis (29/3 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Bawaslu Kota Semarang)
29 Maret 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang melakukan identifikasi alat peraga kampanye (APK) yang dianggap melanggar dan mengganggu keindahan Kota Semarang. Total ada sekitar 1.831 APK yang masuk dalam kategori melanggar karena tidak sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Semarang No. 65/2018 tentang Tata Cara dan APK.

Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin, saat melakukan penertiban APK yang melanggar ketertiban, Kamis (28/3/2019) malam.

“Kita sudah melakukan identifikasi APK yang melanggar Perwali No.65/2018. Total jumlahnya mencapai 1.831 APK dan tersebar di seluruh kecamatan di Kota Semarang. Untuk itu kita langsung melakukan penertiban dengan cara menurunkan APK yang melanggar,” ujar Naya.

Dalam aksi penertiban itu, Bawaslu Kota Semarang tidak bekerja sendirian. Mereka turut dibantu petugas dari instansi lain, yang tergabung dalam Tim Penertiban APK yang terdiri dari unsur KPU, Satpol PP, dan instansi terkait di Pemkot Semarang.

Tim tersebut melakukan penyisiran ke seluruh wilayah Kota Semarang. Mereka dibagi dalam empat kelompok, yang menyisir ke wilayah barat, selatan, timur, dan utara.

Naya menambahkan dari 1.831 APK yang melanggar dan menggangu keindahan kota, baru 634 APK yang bisa diturunkan. Sementara, sisanya akan dilanjutkan pada aksi selanjutnya.

“Penertiban APK kali ini merupakan upaya kami mengembalikan fungsi tata kota yang kondusif dan terhindar dari kesemrawutan akibat pemasangan dari para caleg yang tidak sesuai aturan. Kita akan lakukan penertiban lagi pekan depan mengingat ini sudah mendekati masa pencoblosan. Nanti, tanggal 14-16 April kita akan copot semua APK yang ada di Kota Semarang,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya