Akibat Debat Capres, Earth Hour Jateng Fleksibel

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut membersihkan Keraton Solo, Jumat (29/3 - 2019). (Bisnis/Istimewa)
29 Maret 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Earth Hour atau satu jam pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran pada tahun 2019 ini jatuh bersamaan dengan Debat Capres Putaran IV  Pilpres 2019. Kegiatan penyadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim itu biasanya dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia pada Sabtu terakhir bulan Maret. Namun, pada tahun ini disepakati pelaksanannya fleksibel saja.

Sebagian daerah meniadakan kegiatan yang digagas World Wide Fund for Nature (WWF) itu karena jatuh bersamaan dengan jadwal Debat Capres Putaran IV  Pilpres 2019. Namun, di saat daerah lain tidak mewajibkan pelaksanaan Earth Hour karena bersamaan dengan debat Capres itu, Jawa Tengah justru tetap melaksanakan. Hanya saja, masyarakat yang ingin tetap menonton debat Capres dipersilakan memilih sendiri waktu pemadaman lampunya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat untuk mematikan lampu selama satu jam. Bahkan untuk keperluan itu, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada semua pemerintah kabupaten dan kota di Jateng untuk melaksanakan kampanye global yang digagas WWF tersebut.

"Saya sudah sampaikan. Saya juga sudah mengirimkan surat edaran untuk satu jam mematikan lampu untuk mendukung kampanye tersebut. Nah, karena ada acara itu [debat capres], tentu kita akan sesuaikan saja dari sisi waktunya," kata Ganjar dalam siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jateng Jumat (29/3/2019).

Menurut kesepakatan, pelaksanaan Earth Hour di Indonesia dilaksanakan serentak pada Sabtu (30/3/2019). Dalam acara itu, semua wilayah akan mematikan lampu selama satu jam penuh, yakni mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB. "Tetap akan kami laksanakan, namun waktunya yang kemungkinan digeser. Intinya kami tetap melaksanakan dan mencoba satu jam menghemat energi bareng-bareng," terangnya.

Pelaksanaan Earth Hour tahun ini menjadi pembicaraan banyak pihak. Pelaksanaan Earth Hour yang waktunya bersamaan dengan debat calon presiden, Sabtu malam besok itu membuat sejumlah daerah tidak mewajibkan masyarakatnya mematikan listrik selama satu jam. Pemerintah DKI Jakarta misalnya, tahun ini tidak mewajibkan masyarakat melaksanakan Earth Hour. Pemadaman lampu di Jakarta hanya dilaksanakan di sejumlah titik tertentu, bukan di semua wilayah.

Menurut Ganjar, pelaksanaan Earth Hour penting, namun debat capres juga sangat penting. Untuk itu, keduanya harus bisa diakomodasi dengan bijaksana. "Ya ndak papa, kan semua penting. Tapi kita punya kebutuhan nasional, interest kok. Ini [debat] penting karena publik harus tahu. Masak debat presiden tidak ada yang menonton," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis