Gojek Helat Pelatihan Bisnis untuk UMKM Semarang

Ilustrasi mitra pengemudi Go/Jek. (Bisnis/Dwi Prasetya)
29 Maret 2019 12:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perusahaan penyedia layanan mobile on-demand, Gojek, menggelar pelatihan Gojek Wirausaha guna mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Semarang. Perusahaan menargetkan pertumbuhan merchant sebanyak-banyaknya.

Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Alfianto Domy Aji, menuturkan pelatihan ini didasari banyak tantangan yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam negeri, terutama dalam memulai bisnis dan meningkatkan skala bisnis yang dimilikinya. “Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM lebih mudah naik kelas,” kata Alfianto di Semarang, Rabu (27/3/2019).

Dia menjelaskan berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang jumlah UMKM di ibu kota Jawa Tengah itu mencapai 14.000 per 2018, dan diprediksi akan terus bertumbuh. Jumlah tersebut, lanjutnya sangat potensial untuk bergabung menjadi merchant perusahaan.

Saat ini, lanjutnya merchant perusahaan dalam layanan Go Food sekitar 400.000 mierchant. Sebanyak 80% di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Sejak Go-Jek hadir di Semarang pada 2015, salah satu cita-cita utama kami adalah untuk meningkatkan kapasitas sektor usaha nonformal dan pemberdayaan UMKM,” katanya.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan di Semarang ini, perusahaan berbagai kisah sukses mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik, yang dapat dijadikan ilmu dalam membangun bisnis. Untuk mengisi pelatihan tersebut, lanjutnya pihaknya juga mendatangkan beberapa ahli untuk berbagi pengalaman dan tips dalam mengembangkan usaha.

Selain berbagi ilmu dan tips untuk mengembangkan usaha lebih lanjut, Go-Jek Wirausaha juga menyediakan sesi bagi peserta pelatihan UMKM untuk dapat berkonsultasi dan langsung mendaftarkan usaha mereka di platform Go-Food, G0-Pay serta Arisan Mapan. “Hal ini agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital,” katanya.

Program pelatihan berbisnis kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka ini, lanjutnya diikuti lebih dari 150 UMKM binaan Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Semarang untuk didorong menjadi UMKM go digital. Pelatihan berbisnis Go-Jek  Wirausaha telah dilakukan di 14 kota di Indonesia dengan lebih dari 2.200 pelaku UMKM yang ikut serta dari 24 komunitas dan institusi pemerintah.

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa selaku pengelola Go-Jek menargetkan 35.000 pelaku usaha UMKM di 25 kota di Indonesia bisa ikut serta dalam pelatihan Gojek Wirausaha dan meningkatkan skala bisnisnya. Untuk diketahui, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 130 juta pengguna dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya