Gojek Monitoring Tarif Baru, Ini Tujuannya...

Mitra pengemudi Go/Jek mengantar pelanggan. (Antara/Hafidz Mubarak A.)
30 Maret 2019 10:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gojek Indonesia bersikap hati-hati menanggapi penetapan tarif batas bawah yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bagi moda angkutan umum berbasis aplikasi atau taksi dan ojek online. Karena itu, Gojek bertekad melakukan monitoring terhadap penerapan tarif anyar tersebut.

Chief Public Policy and Goverment Relations Gojek Indonesia Shinto Nugroho mengingatkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan sangat penting dalam bisnis angkutan umum.  Semakin tinggi tarif, katanya, akan memengaruhi tingkat permintaan konsumen. Jika sampai permintaan konsumen merosot, maka pada akhirnya akan berujung pada terpengaruhinya pendapatan para mitra pengemudi.

Itulah pasalnya, lanjut Shinto Nugroho, monitoring terhadap penerapan tarif ini sangat penting dilakukan. Hal itu untuk memastikan terjaganya keberlanjutan ekosistem industri yang terdiri atas mitra pengemudi, konsumen, bahkan mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan pengantaran produk mereka pada jasa driver Go-Jek.

“Pendapatan yang berkesinambungan bagi mitra driver senantiasa menjadi prioritas kami untuk memastikan manfaat maksimal platform Gojek kepada seluruh masyarakat yang berada dalam ekosistem kami,” kata Shinto dalam pernyataan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (28/3/2019) malam. 

Dia menjelaskan pihaknya melihat maksud positif atas penetapan tarif batas bawah yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, yakni guna mencegah praktik predatory pricing dan memastikan pendapatan yang layak bagi para mitra pengemudi online.  Menurutnya, semangat regulator tersebut sejalan dengan misi perusahaan yang senantiasa memberikan akses kepada penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi perusahaan. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis