Buntut Ricuh Pendukung Prabowo-Jokowi di Solo, Ganjar Minta Tokoh 2 Kubu Bertemu

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
30 Maret 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, REMBANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo,  meminta tokoh pendukung dari dua pasangan calon (paslon) yang bersaing dalam Pilpres 2019 untuk meredam panasnya suasana kampanye dengan saling silaturahmi.

Hal itu disampaikan Ganjar menyusul adanya informasi terkait gesekan antara massa pendukung capres di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jumat (29/3/2019). "Sebenarnya inilah yang harus kita cegah. Masing-masing harus mengendalikan diri, sudahlah, kalau kita mau kampanye mari kita ikuti jadwal, toh KPU sudah menetapkan jadwal. Ya tokohnya segera bertemulah. Sekali lagi, yuk masing-masing kendalikan, yuk tokoh-tokoh kendalikan. Agar tidak ada korban," kata Ganjar di Rembang, Sabtu (30/3/2019). 

Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kampanye terbuka telah dibuka sejak Minggu (24/3/2019) lalu dan akan digelar hingga 13 April 2019. Seluruh peserta pemilu memiliki waktu lebih kurang tiga pekan untuk mengadakan kampanye terbuka.

Ganjar menegaskan bahwa semua mestinya tunduk dan patuh pada aturan main kampanye. "Maka seluruh kekuatan saya memohon betul di kampanye terbuka ini untuk bisa mengendalikan diri dan saling menjaga. Bukan hanya dari sisi pengerahan massa, disiplin waktu dan tempat dan juga cara kita menyampaikan pendapat ke publik sehingga kita bisa mengeliminasi gesekan-gesekan yang terjadi," katanya. 

Selain pada para tokoh, politikus PDIP berambut putih yang kerap blak-blakan merepresentasikan diri sebagai pendukung Jokowi-Ma’rif itu juga berpesan kepada para pendukung maupun simpatisan calon presiden agar tidak melepasliarkan jari-jari mereka, mulut, maupun tindakan demi mengantisipasi hoaks maupun fitnah.  "Kita mesti hati-hati dengan apa yang kita ucapkan, kita tuliskan. Karena dengan cara itu orang akan terpancing. Kan yang rugi kita. Jangan ada yang mau ngompori untuk memecah belah bangsa ini. Dan kita akan jadi korban-korban ke depan dan di lapangan," katanya. 

Massa pendukung paslon Pilpres 2019, Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno mengalami gesekan di kawasan Stadion Manahan, Jl. Adisucipto, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat sore. Perseteruan kedua kubu itu dipicu aksi saling provokasi. Gesekan terjadi di sekitar patung Ir. Soekarno Membaca. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya