Terungkap, Ini Cara BMKG Jateng Prediksi Hujan

Teknisi BMKG Jateng, Ikhsan Yuliono, tengah menunjukan cara kerja alat ARGS pada Pameran Inavest 2019 di DP Mall, Kota Semarang, Minggu (31/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
31 Maret 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah (Jateng) atau Stasiun Klimatologi Semarang cukup akurat setiap harinya. Lembaga milik pemerintah itu mampu memprediksi kapan waktu hujan maupun seberapa besar intensitasnya di seluruh wilayah Jateng. 

Kemampuan meramal cuaca Stasiun Klimatologi Semarang itu bukanlah didapat lewat bantuan 'orang pintar', seperti dukun, peramal maupun pawang. Kemampuan analisis itu diperoleh melalui berbagai metode dan peralatan canggih, salah satunya Automatic Rain Gauge System (ARGS).

ARGS merupakan alat yang mampu mendeteksi curah hujan. Alat yang jika dilihat sepintas mirip dispenser dengan tabung kecil itu berkesempatan mejeng dalam Pameran Nasional Investasi dan Pelayanan Publik (Inavest) 2019 di DP Mall, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat-Minggu (29-31/3/2019).

Seorang teknisi Stasiun Klimatologi Semarang, Ikhsan Yuliono, menjelaskan ARGS berfungsi mendeteksi besarnya curah hujan. Hujan yang turun ditampung dalam tabung atau tebing backet untuk diketahui berapa besar intensitas dalam satuan milimeter.

"Besarnya curah hujan perlu kita ketahui untuk membuat prakiraan cuaca. Data yang keluar dari alat ini, kemudian akan kita analisis untuk membuat prakiraan cuaca pada hari berikutnya," ujar Ikhsan saat dijumpai Semarangpos.com, Minggu.

Ikhsan menyebutkan total ada 42 ARGS yang tersebar di berbagai lokasi di Jateng. Bukan hanya dimiliki BMKG, tapi juga instansi lain seperti Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Manfaat alat ini sangat banyak. Tinggi rendahnya curah hujan kan tidak hanya perlu diketahui BMKG, tapi juga sektor pertanian," imbuh Ikhsan.

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Dwi Harmoko, mengatakan selama tiga hari instansinya turut memeriahkan Inavest 2019. Tujuannya, tak lain untuk memperkenalkan kepada publik peran dan fungsi BMKG.

"Kan sekarang banyak masyarakat, terutama generasi milenial yang tidak tahu tugas dari BMKG. Makanya, kami hadir di sini untuk memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar terkait tugas dan peran BMKG," ujar Iis.

Selama pameran, BMKG Jateng tak hanya menampilkan peralatan kerjanya, seperti ARGS buatan Italia. Mereka juga mengajak pengunjung untuk mempelajari cuaca melalui sebuah game pada perangkat komputer.

Salah satu game yang seru dan membuat penasaran pengunjung adalah game tebak awan. Ada 10 jenis awan yang ditampilkan dalam game tersebut untuk ditebak pengunjung yang hadir mulai dari kumulonimbus (cb) hingga cumulus.

"Susah juga ternyata menebak awan. Meskipun tadi sebelum ikut game, kita sudah dikasih bocoran nama dan bentuk awannya. Ternyata jenis awan sangat banyak dan mana yang berbahaya atau tidak bagi aktivitas sehari-hari," ujar seorang pengunjung, Fariz Utomo, warga Jl. Layur, Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya