Trans Jateng Targetkan Rp6,6 M Pendapatan 2019

ilustrasi BRT Trans Semarang. (Twitter.com)
31 Maret 2019 21:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Balai Transportasi Jawa Tengah mengungkapkan target pendapatan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng sepanjang tahun 2019 ini sama dengan pendapatan yang diperoleh sepanjang 2018 lalu.

Kasi Operasional Balai Transportasi Jawa Tengah Joko Setyawan mengungkapkan, pendapatan yang diperoleh dari BRT Trans Jateng sepanjang tahun 2018 lalu sekitar Rp6,6 miliar untuk di dua rute, yakni Purwokerto-Purbalingga dan Terminal Bawen-Stasiun Tawang. “Tahun ini kita target pendapatan sama dengan tahun kemarin,” kata Joko kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (29/3/2019).

Sejauh ini, pendaptan yang diberikan BRT Trans Jateng belum memberikan laba mengingat biaya operasional yang harus dikeluarkan jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh. Balai mencatat biaya operaional bus Trans Jateng yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jateng sepanjang 2018 adalah senilai Rp27,90 miliar, dan mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun ini, yakni sekitar Rp42 miliar.

Dia menambahkan, besaran tarif normal bus Trans Jateng sebenarnya berada pada kisaran Rp9.500. Oleh karena itu, kenaikan tarif bus tersebut menjadi Rp4.000 untuk penumpang umum dan Rp2.000 untuk buruh dan pelajar diharapkan dapat meringankan biaya operasional yang harus dikeluarkan.

“Jadi jika target pendapatan kira-kira sama dengan tahun lalu, sekitar Rp7 miliar, maka subsidi tinggal diselisihkan antara Rp42 miliar dikurang Rp7 miliar atau kira-kira [tinggal] Rp35 miliar,” katanya.

Sampai saat ini, lanjutnya tidak ada target dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait dengan waktu akhir pemberian subsidi. Dia menambahkan, pihaknya juga berharap pemprov selalu konsisten serta memberikan angkutan umum yang baik untuk publik.

Sementara itu, terkait dengan koridor baru, rencananya akan ada penambahan satu koridor bus Trans Jateng dengan rute Semarang-Kendal. Sebelumnya kenaikan tarif penumpang moda transportasi darat bus rapid transit (BRT) Trans Jateng senilai Rp500 dan Rp1.000 koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang dinilai tidak akan berpengaruh terhadap minat penumpang menggunakan bus tersebut.

Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno menilai, tarif BRT Trans Jateng masih terjangkau oleh masyarakat dengan ada kenaikan tarif sebesar Rp500 dan Rp1.000 pada 1 April 2019. “Tidak banyak pengaruh kepada penumpang, cuma Rp1.000,” kata Djoko kepada Bisnis, Kamis (28/3/2019).

Dia menjelaskan, tarif bus BRT Trans Jateng dengan rute Purwokerto-Purbalingga bahkan sudah memiliki tarif Rp4.000 dan Rp2.000 sejak awal. Dengan besaran tarif tersebut, lanjutnya load factor dinamis moda transportasi darat koridor Purwokerto – Purbalingga tersebut cukup tinggi, yakni 70%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : bisnis