Rosalia Indah Terbakar di Tanjakan Krumput Banyumas

Petugas pemadam kebakaran seusai memadamkan api yang membakar bus Rosalia Indah jurusan Surabaya-Purwokerto di tanjakan Krumput, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin (1/4 - 2019). (Antara/Polsek Banyumas)
01 April 2019 14:50 WIB newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Bus Rosalia Indah jurusan Surabaya-Purwokerto terbakar di tanjakan Krumput, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas masih meminta keterangan dari sopir maupun saksi-saksi lain guna mengetahui penyebab pasti kebakaran bus tersebut.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, kejadian kebakaran tersebut karena kesalahan teknis, bukan kecelakaan yang melibatkan kendaraan lain. Informasi dari sopir, ada kebocoran dari saluran solar sehingga [bus] terbakar," kata Kepala Satlantas Polres Banyumas AKP Himawan Aji Angga di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019).

Menurut dia, seluruh penumpang yang berjumlah 11 oran dan dua awak bus selamat dari kejadian kebakaran tersebut. "Selamat semua, tidak ada korban," ucapnya.

Informasi yang dihimpun Kantor Berita Antara, bus Rosalia Indah berpelat nomor AD 1700 CF yang dikemudikan Dedi Priyanto, warga Klapadua, Tangerang, Banten terbakar Senin sekitar pukul 05.10 WIB, di tanjakan Krumput, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Berdasarkan keterangan sopir kedua, Heri Cahyadi, warga Endrosono, Kecamatan Semampir, Surabaya kejadian tersebut disebabkan oleh kebocoran solar dari mesin atas atau injeksi yang selanjutnya merembes ke knalpot hingga akhirnya terjadi kebakaran.

Sebelum mengalami kebakaran, Heri Cahyadi dan Dedi Priyanto selaku awak bus Rosalia Indah bernomor lambung 317 berangkat dari Surabaya menuju Purwokerto dengan membawa 34 orang penumpang pada Minggu (31/3/2019), pukul 20.00 WIB. Sesampainya Kantor Pusat Rosalia Indah, Palur, Karanganyar, Jateng, kedua awak bus tersebut mengganti kendaraan dengan bus bernomor lambung 491 dan berpelat nomor AD 1700 CF karena bus bernomor lambung 317 mengalami kebocoran pada penyejuk udaranya (AC).

Bus tersebut selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto dan sesampainya di Buntu, Kecamatan Kemranjen, Banyumas jumlah penumpang masih tersisa 11 orang. Akan tetapi ketika sampai di tanjakan Krumput, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Senin sekitar pukul 05.00 WIB, Dedi Priyanto yang mengemudikan bus melihat ada kepulan asap di kabin mesin belakang yang terlihat dari spion.

Oleh karena curiga terjadi kebakaran, Dedi segera mematikan mesin bus dan memutuskan saklar arus listrik dan membuka kabin belakang. Saat mengetahui kabin mesin terbakar, Dedi segera berteriak memanggil Heri Cahyadi dan meminta seluruh penumpang segera keluar dari bus. Kedua awak bus berupaya memadamkan kebakaran tersebut dengan alat pemadam api ringan (APAR), namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil api menjalar dari belakang ke depan bus.

Selang 15 menit kemudian, bus yang semula berhenti, tiba-tiba mundur sejauh lebih kurang 100 meter dengan kondisi terbakar dan solar berceceran di jalan. Api yang membakar bus tersebut dapat dipadamkan setelah dua mobil pemadam kebakaran dari Kemranjen dan Kembaran, Kabupaten Banyumas, datang ke lokasi kejadian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara