Promosikan Ponakan di Pemilu via Facebook, Mantan Kepala BPPD Jateng Diperiksa Bawaslu

Mantan Kepala BPPD Jateng, Ihwan Sudrajat. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
01 April 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mantan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jawa Tengah (Jateng), Ihwan Sudrajat, harus berurusan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng karena dianggap melakukan pelanggaran ketentuan pemilu.

Ia dituduh tidak netral karena mengampanyekan seorang anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Jateng dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2019, yang notabene merupakan keponakannya. Ihwan mempromosikan keponakannya itu melalui akun Facebook pribadinya, beberapa waktu lalu.

Ia lantas dilaporkan sekelompok masyarakat ke Bawaslu Jateng karena dianggap tidak netral dan melanggar UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan UU No.7/2017 tentang Pemilu.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Jateng, Rofiudin, mengaku sudah menerima laporan dari kelompok masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan pejabat eselon II yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro (Kabiro) Organisasi Setda Jateng itu. Bawaslu bahkan sudah memanggil Ihwan untuk dimintai keterangan terkait laporan itu di Kantor Bawaslu Jateng, Kota Semarang, Senin (1/4/2019).

 “Kita sudah meminta klarifikasi terhadap ASN Pemprov Jateng terkait postingan-nya di Facebook yang mempromosikan caleg. Klarifikasi itu kami lakukan untuk menggali data dan fakta. Apakah ASN itu bersalah atau tidak, akan diputuskan setelah kami melakukan kajian dalam rapat pleno,” terang Rofiudin saat dijumpai Semarangpos.com di Kantor Bawaslu Jateng, Senin.

Ilustrasi unggahan Ihwan Sudrajat di Facebook. (Facebook)

Pria yang akrab disapa Rofi itu membenarkan jika pemanggilan Ihwan dilakukan setelah Bawaslu Jateng mendapat laporan dari sekelompok masyarakat yang aktif melakukan pengawasan pemilu, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Laporan masyarakat yang diterima Bawaslu itu bahkan menyebutkan setidaknya ada 23 ASN di Jateng yang terindikasi melakukan pelanggaran pemilu.

“Dari 23 ASN yang dilaporkan itu salah satunya ya ini [Ihwan Sudrajat]. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan itu. Seluruh laporan yang ditujukan ke kami, pastinya akan ditindaklanjuti,” tegas Rofi.

Terpisah, Ihwan saat dijumpai Semarangpos.com seusai melakukan klarifikasi menyatakan enggan berkomentar panjang lebar terkait masalah yang tengah menderanya.  “Enggak usah. Ini masalah privat,” ujar Ihwan singkat.

Dari penelusuran Semarangpos.com di media sosial Facebook, pengguna akun Ihwan Sudrajat memang pernah mengunggah foto salah seorang caleg DPRD Jateng dari PSI. Ia bahkan mengunggah gambar caleg itu sambil menulis kata-kata bernada promosi.

Keponakan saya ternyata adalah caleg DPRD Jateng Dapil Grobogan dan Blora.. monggo,” tulis pengguna akun Ihwan Sudrajat itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya