Sudah Punya Shohei Matsunaga, PSIS Berpeluang Tambah Pemain Asia, Kok Bisa?

Pemain asal Jepang, Shohei Matsunaga (tengah), diperkenalkan manajemen PSIS Semarang di Hotel Candiview, Kota Semarang, Minggu (31/3 - 2019) malam. (Semarangpos.com/MO PSIS Semarang)
02 April 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PSIS Semarang berpotensi menambah satu slot pemain asing asal Benua Asia. Meski pun saat ini satu slot pemain Asia PSIS Semarang telah diisi eks gelandang PSMS Medan asal Jepang, Shohei Matsunaga.

Skenario itu bisa terwujud seandainya Shohei Matsunaga berhasil dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia (WNI) dalam waktu dekat ini atau sebelum kompetisi Liga 1 2019 bergulir pada 8 Mei mendatang.

Agen Shohei Matsunaga dari Nortcliff, Ari Nababan, menyebutkan proses naturalisasi pemain berusia 30 tahun itu hingga saat ini masih terus berjalan. Proses naturalisasi itu saat telah memasuki tahap administrasi dan diharap selesai dalam waktu dekat.

 “Naturalisasi Matsunaga menjadi WNI itu bukan berasal dari PSIS Semarang, melainkan Nortcliff Sport. Prosesnya sudah berjalan dan memasuki tahap administrasi. Kalau itu berhasil, nanti slot Asia PSIS bisa diisi pemain lain. Matsunaga masuk sebagai pemain lokal,” ujar Ari saat sesi jumpa pers di Hotel Candiview, Semarang, Minggu (31/3/2019).

Harapan senada juga disampaikan CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi. Yoyok berharap proses naturalisai pemain yang pernah merumput bersama klub Jerman, Schalke 04 II, itu bisa berjalan secepatnya.

“Memang itu kelebihan dari Matsunaga yang menjadi pertimbangan kami merekrutnya. Ia sudah bisa bahasa Indonesia, tahu kultur sepakbola Indonesia dan semoga bisa segera dinaturalisasi. Kalau bisa dinaturalisasi, slot Asia bisa diisi pemain lain,” terang Yoyok.

Yoyok mengaku keinginan merekrut Matsunaga sebenarnya sudah ada sejak dulu. Alasannya tak lain karena Matsunaga dikenal sebagai gelandang yang lincah dan memiliki teknik yang mumpuni. Pemain yang merumput di kompetisi Indonesia sejak 2011 itu memiliki kemampuan sebagai pembagi bola dan juga spesialis tendangan bola-bola mati.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya