Siswa Akui Soal Matematika dan Bahasa Inggris UNBK SMA Menantang

Pelaksaaan UNBK hari pertama di SMA PGRI 1 Kudus, Jateng, Senin (1/4 - 2019). (Antara/Akhmad Nazarudin)
02 April 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengakui soal Matematika dan Bahasa Inggris yang diujikan pada hari pertama, Senin (1/4/2019), terbilang sulit. Sejauh ini, belum ada laporan terkendalanya ujian tersebut.

Dari SMAN 4 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kantor Berita Antara melaporkan UNBK berlangsung dengan lancar dan tertib. "Tadi semuanya lancar, Internetnya juga lancar," ungkap Tiara Amanda, 18, seusai mengikuti UNBK di sekolah itu.

Menurut dia, soal-soal yang terdapat dalam UNBK tersebut tidak terlalu sulit. "Soal yang diujikan secara keseluruhan tidak begitu sulit, bahkan bisa dibilang cukup mudah dikerjakan kecuali Matematika. Menurut saya soal-soal Matematikanya agak sulit," katanya.

Siswa lainnya, Trinita Riski, 17, menambahkan meskipun soal dalam UNBK tidak begitu sulit, mata pelajaran Bahasa Inggris yang diujikan cukup menantang. "Bahasa Inggrisnya agak sulit terutama bagian soal yang berbentuk narasi panjang, jadi harus fokus membaca dan memahami soal tersebut," katanya.

Dia juga menambahkan dirinya tidak menemukan kendala listrik atau internet saat mengerjakan UNBK. "Tidak ada mati lampu, semuanya baik-baik aja," katanya.

Siswa lainnya, Syella Aditya, 16, menambahkan soal mata pelajaran Bahasa Inggris memang cukup sulit. "Kalau suara sih jelas namun memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahaminya, selain itu Matematika juga agak susah," katanya.

Dia juga menambahkan tidak menemukan kendala teknis saat mengerjakan soal-soal tersebut. "Alhamdulillah lancar semua, listrik dan internet lancar," katanya.

Ketua Panitia UNBK SMA/MA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah Yuniarso K. Adi, Senin petang, memastikan pelaksanaan UNBK hari pertama di sejumlah wilayahdi  Jawa Tengah berjalan lancar. "Alhamdulillah atas koordinasi dengan pihak Telkom, kemudian PLN, juga dukungan dari Satker Jalan Nasional, problem-problem yang sebenarnya membutuhkan waktu dan koordinasi yang repot, ternyata bisa menuntaskan berbagai permasalahan di lapangan yang mengganggu kelancaran UNBK."

Diakuinya, kegiatan penggalian jalan nasional di wilayah Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin pagi, sempat memutus jaringan fiber atau serat optik milik PT Telkom. Akan tetapi, sambung dia, putusnya jaringan fiber optik tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pelaksanan UNBK sesi pertama di wilayah Sumpiuh karena saat terputus, peserta ujian sedang tidak membutuhkan koneksi Internet.

Menurut dia, jaringan milik PT Telkom tersebut dapat tersambung dan aktif kembali menjelang berakhirnya pelaksanaan UNBK sesi pertama sehingga proses mengunggah lembar jawaban termasuk dokumen kehadiran ke server atau peladen di tingkat pusat dapat berjalan dengan lancar. "Kegiatan penggalian jalan nasional dihentikan sementara waktu hingga selesainya pelaksanaan UNBK karena tadi sempat memutus jaringan dan dapat ditangani. Tadi juga dibantu dengan modem internet untuk antisipasi," katanya.

Terkait dengan kehadiran peserta UNBK, Yuniarso mengatakan berdasarkan data, untuk Kabupaten Banyumas tercatat delapan siswa tidak hadir pada ujian hari pertama, lima orang di antaranya sakit dan tiga orang mengundurkan diri.  Sedangkan di Kabupaten Cilacap, sebanyak 13 siswa tidak hadir pada UNBK hari pertama, lima orang di antara mereka mengaku sakit, enam orang mengundurkan diri, dan dua lainnya tanpa keterangan.

Sementara itu, di Kabupaten Kudus, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi gangguan selama pelaksanaan UNBK. "PLN dan Telkom juga sudah kami hubungi dan keduanya merespons dengan baik, sehingga saat pelaksanaan UNBK tidak ada gangguan," ujarnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Sulistyo mengatakan bahwa 100% SMA dan MA di provinsi setempat sudah melaksanakan UNBK 2019. Menurut dia, UNBK 2019 diikuti 864 satuan pendidikan SMA dengan jumlah peserta 134.523 siswa/siswi, sedangkan untuk tingkat MA diikuti 668 satuan pendidikan MA dengan jumlah peserta 56.355 siswa/siswi.

"Insyaallah, tanpa kendala, hingga saat ini belum ada laporan dari daerah terkait pelaksanaan UNBK," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara