Kampanye di Salatiga, Adik Prabowo Enggan Bahas Jatah Menteri, Ini Alasannya...

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, saat menggelar kampanye terbuka di Salatiga, Selasa (2/4/2019). (Imam Yuda S./JIBI - Semarangpos.com)
03 April 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SALATIGA — Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, membantah pernyataanya terkait pembagian jatah menteri jika pasangan calon (paslon) nomor urut 02 memenangi Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Hashim saat dijumpai wartawan seusai menggelar orasi pada rapat umum atau kampanye paslon 02 di halaman Gedung Korpri, Kota Salatiga, Selasa (2/4/2019).

Hashim menyebutkan banyak pernyataannya yang sengaja diubah dalam pemberitaan media massa terkait pembagian jatah kursi menteri.

"Kalau soal menteri saya enggak mau. Pernyataan saya dipelintir!" tegas adik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto itu.

Semula beredar kabar jika Prabowo dan Hashim sudah melakukan pembagian porsi kursi menteri kepada partai politik pendukungnya.

Rumor yang beredar Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapat jatah 7 menteri, PKS 6 menteri, dan Demokrat masih dalam pertimbangan.

Namun, Hashim membantah pernyataan itu. Pria yang juga berstatus sebagai pengusaha tambang dan perkebunan itu memilih untuk fokus lebih dulu pada pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Disinggung terkait target paslon 02 di Salatiga, Hashim optimistis dapat meraih kemenangan telak. Hal itu tak terlepas dari dukungan kader parpol pendukung, terutama Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga.

"Salatiga 95%, Jateng 75% dan nasional 60%," ujar Hashim.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya