Wasit Lokal Kerap Jadi Kambing Hitam, PSSI Tak Akan Gunakan Tenaga Asing di Liga 1 2019

Ilustrasi wasit asing. (Reuters/Kai Pfaffenbach)
04 April 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kinerja wasit Indonesia kerap menjadi sorotan dan kambing hitam atas karut marutnya pertandingan di Liga 1. Kendati demikian, PSSI memastikan jika Liga 1 musim 2019 nanti tetap akan menggunakan jasa wasit dalam negeri dan bukan wasit dari luar negeri atau wasit asing.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum (Ketum) PSSI, Gusti Randa, saat dijumpai wartawan di sebuah rumah makan di Kota Semarang, Rabu (3/4/2014).

Gusti Randa tidak menampik jika banyak wasit yang jadi kambing hitam dan sorotan publik karena diduga menjadi aktor match fixing atau pengaturan skor. Meski demikian, ia tetap percaya dengan kinerja wasit dalam negeri terutama untuk memimpin pertandingan di kompetisi papan atas persepakbolaan Tanah Air, yakni Liga 1.

“Tidak, keputusannya tetap menggunakan wasit kita [bukan wasit asing]. Nanti yang akan kita ubah soal rekrutmennya, seperti lisensi. Toh, selama ini kita juga sudah menggelar kerja sama dengan Japanese League terkait lisensi dan rekrutmen,” ujar Gusti Randa.

Sementara terkait jadwal, Gusti Randa memastikan jika kick off Liga 1 akan digelar 8 Mei mendatang. Meski demikian, ia belum bisa memastikan lokasi pembukaan Liga 1 musim 2019 nanti.

“Itu nanti kewenangan PT LIB [Liga Indonesia Baru] untuk menentukan venue pembukaannya. Tapi, pastinya Liga 1 dimulai 8 Mei nanti dan digelar malam hari karena bertepatan dengan bulan puasa,” imbuh Gusti Randa.

Gusti Randa menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menggelar rapat dengan klub-klub Liga 1 terkait perubahan dalam regulasi kompetisi musim 2019. Perubahan itu selain berkaitan dengan penugasan wasit juga tentang jadwal, dan tanggung jawab panitia penyelenggara (panpel) pertandingan.

“Berkaca dari penyelenggaraan musim lalu, ada beberapa yang perlu kita perbaiki. Seperti kewenangan panpel saat pertandingan, seperti perimeter kewenangannya. Jangan sampai perimeter yang menguntungkan panpel mau, tapi saat ada keributan lepas tangan. Selain itu terkait jadwal, jangan sampai jadwal liga bertabrakan dengan timnas,” terang Gusti Randa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya