Pemprov Jateng Kembali Gelar Borobudur Marathon

Dokumentasi Borobudur Marathon 2018. (Antara/Anis Efizudin)
04 April 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar ajang lari terbesar di Indonesia, yakni Borobudur Marathon. Kegiatan Borobudur Marathon 2019 itu rencananya akan dihelat 17 November mendatang.

Lukminto Wibowo selaku Panitia Pelaksana Borobudur Marathon 2019 mengklaim Borobudur Marathon merupakan ajang lari paling ditunggu masyarakat. Terbukti, katanya, pada tahun 2018 lalu, ajang ini mampu menyedot ribuan pelari baik lokal maupun mancanegara.

"Borobudur Marathon merupakan ajang lari terbaik di Indonesia. Hal ini setelah diraihnya penghargaan Best Marathon of The Year pada 2018 lalu," kata Lukminto, Selasa (2/4/2019).

Pendaftaran peserta lomba lari itu baru akan dibuka secara online pada Juni 2019 nanti. Untuk itu, tahun ini pergelaran ajang tersebut akan kembali dihelat. Tentunya, lanjut dia, konsep dan pelaksanaannya akan dibuat semakin menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini kami akan menerapkan sistem undian kepada peserta. Jadi silakan mendaftar melalui online, dan nantinya seluruh pendaftar akan kami ambil 10.000 peserta dengan cara diundi," paparnya.

Sistem undian bagi peserta tersebut, lanjut dia, merupakan cara yang paling adil untuk menampung antusiasme masyarakat mengikuti perlombaan lari ini. Sebab, pada perhelatan sebelumnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena tidak kebagian tiket.

"Di ajang lomba lari internasional juga menerapkan sistem undian. Jadi menurut kami, ini cara paling adil untuk menampung antusiasme peserta," ujarnya.

Lukminto menerangkan dari hasil evaluasi Borobudur Marathon 2018 lalu, kepesertaan pelari dari luar Jawa Tengah dan mancanegara semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu, menurutnya tentu saja berdampak pada sektor lain, seperti ekonomi dan pariwisata.

"Pada 2018 lalu, kepesertaan pelari dari luar Jawa Tengah sebanyak 81% dan pelari asing 3%. Tahun ini, kami akan tingkatkan, dengan target 12% peserta dari asing," ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengklaim pergelaran Borobudur Marathon yang rutin digelar tiap tahun sejak 2016 lalu terus mengalami peningkatan kualitas. Bukan hanya pelaksanaan lomba, efek dari acara itu juga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ekonomi tumbuh, hotel-hotel dan homestay penuh, kerajinan dan produk-produk UMKM di Magelang dan sekitarnya laku keras. Inilah sebenarnya konsep yang kami inginkan," kata dia.

Ditegaskannya kemudian klaim bahwa Borobudur Marathon merupakan event yang paling dinanti masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan dukungan penuh agar event tahunan ini semakin baik dan menjadi ajang lomba marathon tingkat internasional.

"Kami juga sudah berencana membuatkan rute khusus untuk event ini agar bertaraf internasional. Nantinya dalam pergelaran tahun-tahun berikutnya kami berharap pembangunan infrastruktur seperti jalan, penginapan, dan fasilitas lain dapat segera selesai," paparnya.

Ganjar juga meminta panitia untuk getol menyosialisasikan event tersebut, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Harapanya event ini semakin mendunia dan bisa menyaingi Boston Marathon, Tokyo Marathon, dan lainnya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis