Pengembang Jateng Tunggu Standar Harga Rumah Subsidi

Ilustrasi rumah bersubsidi. (Bisnis)
04 April 2019 22:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pengembang rumah bersubsidi di Jawa Tengah masih belum memutuskan untuk memasarkan huniannya pada tahun ini. Pasalnya, pemerintah belum juga memutuskan harga standar penjualan rumah subsidi tersebut.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah M.R. Prijanto mengatakan belum diputuskannya harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membuat pengembang bingung menjual rumah, padahal harga tanah dan pendukung lainnya sudah naik.  Menurutnya, kenaikan harga rumah subsidi tersebut sudah harus dilakukan pada Januari atau Februari 2019, namun hingga April ini belum diputuskan juga. 

"Kalau harga rumah MBR masih sama dengan tahun lalu tentu mengurangi margin, harga tanah sudah naik, namun harga rumah belum naik. Bahan material, tenaga kerja juga naik ini membuat agak merepotkan," kata MR Prijanto dalam siaran persnya Kamis (4/4/2019).

Adapun saat ini kata dia, harga rumah MBR masih dipatok Rp130 jutaan. Untuk kenaikan diperkirakan akan mencapai Rp140 jutaan per unit. Kenaikan tersebut lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya atau lebih dari 5%.  "Keputusan harga rumah MBR sangat diharapkan masyarakat maupun developer. Mudah-mudahan di bulan April bisa segera diputuskan," jelasnya. 

Meski demikian, belum diputuskan harga rumah subsidi menjadi kesempatan bagi pengembang yang masih memiliki stok lama untuk segera dijual.  Dikatakan, Kota Semarang saat ini sudah tidak ada lagi rumah MBR. Sedangkan di Jateng rumah MBR terdapat cukup banyak di Banyumas, Solo Raya, Kendal, Jepara, dan Boyolali.

"Jepara sudah banyak pabrik-pabrik ke sana. Teman-teman pengembang akan bangun ribuan di Jepara dan di Boyolali juga banyak," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis