Genting 2 Musim Bawa Mahasiswa Undip Raih Penghargaan di Moscow

Tim mahasiswa Undip Semarang memenangi penghargaan Archimedes 2019 di Moscow, Rusia, akhir Maret lalu. (Semarangpos.com/Humas Undip)
05 April 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Prestasi membanggakan diraih civitas academica Universitas Diponegoro (Undip). Mahasiswa kampus perguruan tinggi negeri di Kota Semarang itu meraih berbagai penghargaan, mulai dari gold medal, best invention, hingga special award, pada ajang Moscow International Invention and Innovative Technologi atau yang populer disebut Archimedes 2019 di Moscow, Rusia, 26-29 Maret 2019.

Mahasiswa Undip yang tergabung dalam tim Garuda Innovator itu meraih penghargaan atas inovasi genting buatannya, yang diberi nama Sun and Rain Innovation (SIR) Roof.

Salah satu anggota tim Undip dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Rifki Rokhanudin, mengatakan penelitian SIR Roof bertujuan menciptakan inovasi energi alternatif. Salah satunya dengan cara mencari sumber energi ramah lingkungan yang tidak menimbulkan polusi serta tidak memberi efek radioaktif. Salah satu energi terbarukan dan ramah lingkungan adalah energi matahari dan energi yang bersumber dari air hujan.

“Energi matahari didapatkan dengan menggunakan sistem sel surya yang mampu mengonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sedangkan energi yang bersumber dari air hujan didapatkan dengan penggunaan elemen piezoelektrik yang berguna untuk mengonversi tekanan air hujan menjadi energi listrik. Kedua teknologi tersebut dapat diaplikasikan pada genteng bangunan pada daerah tropis,” jelas Rifki dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis (4/4/2019).

“Untuk itu kami mengembangkan SRI Roof, yakni inovasi genteng dua musim berbasis Hybrid System Solar Cell dan piezoelectrik. Keunggulan SRI Roof  adalah mampu memproduksi energi yang bersih dan ramah lingkungan, menunjang penghematan energi, sumber energi yang mudah didapatkan, mengurangi biaya listrik, memperindah rumah, serta berbasis teknologi,” imbuh Rifki.

Rifki menambahkan perbedaan SRI Roof dengan produk lainnya karena selain menggunakan solar cell juga ditunjang piezoelektik. Dengan dua teknologi itu, genteng buatan mahasiswa Undip itu bisa menjadi penghasil listrik skala rumah tangga karena sistem pembangkit listrik yang terdiri dari dua energi, baik tenaga surya maupun tekanan air hujan.

Selain Rifki, tim Undip juga diberanggotakan Abdurrohman Hizbulloh dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Intan Permata, Dina UI Qoyyima, Aprilia Ismi Fauziah (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Fatkhiyatus sa’adah dan Ria Yunwiani(FSM).

Mereka dikirim ke Archimedes 2019 oleh Indonesia Invention and Innovation Promotion Association (Innopa) bersama sejumlah tim dari kampus lain. Innopa merupakan lembaga nonpemerintah yang menyaring projek inovasi karya siswa dan mahasiswa untuk berlaga di event internasional.

Kompetisi dan pameran Archimedes diselenggarakan setiap tahun oleh Moscow City Organization VOIR and International Innovation Club yang didukung oleh International Federation of Investors Association dan World Intellectual Property Organization. Archimedes tahun ini diikuti oleh lebih dari 800 inovasi dari 22 negara, di antaranya Rusia, Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea, India, Rumania, Cheska, Macau, Jerman, Arab Saudi, Irak, Portugal, Moldova, Kuwai, Kanada, Polandia dan Maroko.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya