13.128 Warga Jateng Belum Ber-KTP Elektronik

Ilustrasi perekaman data e/KTP di Jateng. (Solopos/Nicolous Irawan)
08 April 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekitar 13.128 warga di Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini belum mengantongi KTP elektronik atau e-KTP. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Sugeng Riyanto.

Sugeng menyebutkan dari sekitar 27 juta penduduk di Jateng yang wajib mengantongi e-KTP hampir seluruhnya sudah melakukan perekaman data. Meski demikian, ada 13.000 orang di antara mereka yang e-KTP-nya belum tercetak lantaran keterbatasan jaringan di daerah.

“Dari sekitar 13.000 orang lebih itu paling banyak berada di Kabupaten Pemalang, Brebes, dan lain-lain. Semoga secepatnya bisa terbit e-KTP-nya. Jadi saat pencoblosan nanti [17 April 2019] tidak ada yang menggunakan suket [surat keterangan],” ujar Sugeng saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Kamis (3/4/2019).

Sugeng menyebutkan saat ini petugas Dispermadesdukcapil dari berbagai daerah di Jateng terus melakukan perekaman data dan penerbitan e-KTP secara intensif. Pihaknya bahkan memerintahkan para petugas untuk tetap melayani warga yang ingin melakukan perekaman data meski hari libur.

“Kita pakai asas Berseri, yang artinya berkas lengkap sehari jadi. Jadi kalau warga sudah melakukan perekaman data, e-KTP-nya bisa langsung dicetak atau terbit. Untuk daerah yang terkendala jaringan, kita bantu dari pusat. Pokoknya kita jemput bola lah,” imbuhnya.

Sugeng menambahkan saat ini permintaan e-KTP dari masyarakat sangat tinggi. Terlebih, dari warga yang baru menginjak usia 17 tahun atau syarat minim usia memiliki e-KTP. Tingginya permintaan itu, menurut Sugeng, tak terlepas dari akan berlangsungnya puncak pesta demokrasi atau pemungutan suara pada Pemilu 2019 pada 17 April nanti.

“Jadi banyak yang sebelumnya tidak memiliki e-KTP karena usianya belum genap 17 tahun pada minta dibuatkan. Otomatis kami jemput bola, sampai ke sekolah-sekolah. Saat usia belum 17 tahun mereka kami minta merekam data, saat usia sudah genap 17 tahun bisa dicetak,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya