Dukung Prabowo, Ketua DPD Golkar Wonosobo Dinonaktifkan

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Jateng, Anton Lami Suhadi (paling kiri), saat jumpa pers di Kantor DPD Golkar Jateng, Jl. Kiai Saleh, Semarang, Senin (8/4 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
09 April 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tindakan para kader Golkar Wonosobo yang mengalihkan dukungan untuk pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019 berbuntut panjang. Petinggi partai berlambang pohon beringin memutuskan untuk menonaktifkan atau memberhentikan Triana Widodo dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Wonosobo.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Jateng, Anton Lami Suhadi, saat dijumpai wartawan di Kantor DPD Golkar Jateng, Jl. Kiai Saleh, Kota Semarang, Senin (8/4/2019).

Anton menilai Triana telah melakukan tindakan yang melanggar aturan organisasi. Apalagi, selama ini Golkar telah menyatakan dukungan dan siap memenangkan paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hal itu wajib ditaati oleh seluruh kader Golkar.

“Dia telah melakukan pelanggaran aturan yang ditetapkan dalam Munaslub dan Rapim Golkar. Kami sudah satu suara untuk memenangkan Jokowi. Hukumnya wajib. Tapi, dia secara terbuka mendukung Prabowo, baik secara fisik, pikiran maupun perbuatan. Termasuk memobilisasi APK [alat peraga kampanye] dan lambang-lambang nomor 02. Karena dia melawan secara terang-terangan, maka diberhentikan sementara sebagai pengurus,” ujar Anton.

Sementara itu, posisi Ketua DPD Golkar Wonosobo, untuk sementara diserahkan kepada Ketua Harian Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, selaku pelaksana tugas.

Dengan tugas itu, Iqbal pun diminta untuk segera melakukan konsolidasi massa kader Golkar yang ada di Wonosobo. Pihaknya tidak mau aksi membelot para pengurus DPD Golkar Wonosobo itu berdampak ke para kader maupun daerah lain.

“Jangan sampai pengalihan dukungan itu menganggu roda organisasi. Nanti malam akan di-clearkan semua, akan kita konsolidasikan. Mana yang dukung 01, mana yang 02. Kalau yang dukung 02, ya harus berhenti sementara sebagai pengurus,” imbuh Anton.

Anton mengaku juga sudah menghubungi para pengurus Golkar Wonosobo yang turut serta memberikan dukungan kepada capres 02, Prabowo Subianto. Ia mengklaim kebanyakan dari mereka menyatakan dukungan kepada Prabowo atas dasar kepatuhan pada ketuanya.

“Banyak yang mengaku karena diajak. Mereka punya loyalitas kepada pimpinannya [Triana]. Akhirnya, ikut-ikutan. Makanya, itu yang perlu kita tegaskan nanti,” ujar Anton.

Sementara itu, Iqbal mengaku saat ini Golkar memiliki tugas yang cukup berat di Jateng. Selain mematok target meraih 20% suara agar dapat meraih 15 kursi DPR dan 20 kursi DPRD Provinsi, pihaknya juga harus memenangkan paslon 01 dalam Pilpres 2019, Jokowi-Amin.

"Kalau kemudian ketiga tugas ini bisa dilakukan Golkar, maka kita akan leading. Tinggal kita lihat saja nanti, apakah Kantor Golkar ini makin ramai atau makin sepi. Saya optimistis target kita akan terpenuhi,” ujar Iqbal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya