Kaligawe Diterjang Banjir, Ini Penjelasan BBWS Pemali Juana…

Ilustrasi banjir di Kaligawe, Kota Semarang, Jateng. (dok. Solopos.com/Septina Arifiani)
09 April 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (8/4/2019) malam, membuat ruas jalan di Kaligawe mengalami banjir. Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, ruas jalur pantura itu bahkan terendam air hingga ketinggian 60 sentimeter (cm).

Ketinggian air itu pun membuat laju kendaraan yang melintas menjadi tersendat. Bahkan ada beberapa kendaraan yang mengalami mogok saat melalui jalur tersebut. Banjir itu bahkan masih terlihat hingga Selasa (9/4/2019) pagi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Rubhan Ruzziyatno, mengatakan banjir atau meluapnya air di kawasan Kaligawe itu dipicu tidak berfungsinya pompa air di Kali Tenggang.

“Karena petugas lengah. Pompa air di Tenggang tidak dioperasikan karena sedang menjalani pekerjaan normalisasi. Saat itu, petugas mematikan pompa karena sedang melakukan pengecoran kolam,” ujar Rubhan saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa siang.

Rubhan mengaku sudah menegor petugas yang melakukan pengerjaan normalisasi itu. Ia meminta proses pengerjaan dihentikan lebih dulu dan fokus dalam penanganan banjir.

“Harusnya mereka itu lihat situasi. Ini kan musim penghujan, prioritas penanganan banjir. Pekerjaan bisa dilakukan nanti lagi saat kemarau,” imbuh Rubhan.

Kondisi itu, lanjut Rubhan, kian diperparah lantaran salah satu anak sungai di Gebanganom membeludak. Air dari Gebanganom itu mengalir ke Kali Sringin dan Kali Tenggang yang pompa airnya tidak berfungsi.

“Di Kali Sringin itu ada lima pompa, sedangkan di Kali Tenggang enam pompa,” terang Rubhan.

Rubhan mengaku sudah memanggil para petugas proyek. Ia pun meminta pompa air untuk difungsikan lagi.

“Nanti sore kita akan ajak mereka rapat sekalian, termasuk dengan kapolsek untuk membahas masalah ini. Pastinya, target kami ingin itu [air] segera surut,” imbuh mantan Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo itu.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng), Sudaryanto, mengaku telah berkoordinasi dengan petugas BPBD Kota Semarang untuk segera menyedot genangan air yang ada di Jl. Raya Kaligawe.

Ia mendapati laporan bahwa banjir setinggi roda mobil. Kondisinya membuat aktivitas pengguna jalan tersendat.

"Kita sudah koordinasi dengan tim terkait. Dan jangka panjangnya, kita minta pengambilan air bawah tanah dikendalikan dulu. Supaya muka tanah tidak terus menurun. Apalagi di Kaligawe kan banyak industri," ujar Sudaryanto saat dijumpai Semarangpos.com di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya