Ganjar Janji Percepat Jembatan Banjarnegara-Wonosobo

Warga tengah melintas di jembatan gantung yang menghubungkan Wonosobo-Banjarnegara, Rabu (10/4 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
11 April 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berjanji akan segera membangung jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jebenplampitan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo dengan Desa Larangan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara.

Jembatan gantung yang melintang di atas sungai sepanjang 67 meter itu jebol terseret banjir sejak 2014 lalu. Namun, hingga kini jembatan itu tak kunjung diperbaiki. Padahal, jembatan itu menjadi akses utama warga untuk ke sekolah, pasar, maupun pertanian karena jaraknya lebih dekat untuk menuju ke Banjarnegara.

Sebagai gantinya, warga pun secara swadaya membangun jembatan darurat dari bamboo dengan penyangga susunan batu. Namun jembatan itu tidak mampu bertahan lama, apalagi saat menghadapi musim penghujan seperti saat ini.

Keberadaan jembatan bamboo sebagai alternatif itu pun dikeluhkan warga saat Ganjar meninjau desa tersebut. Ganjar pun sempat mencoba melintasi jembatan dari bamboo itu bersama Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.

"Kalau dari Pemkab beberapa kali ke sini dan jembatan belum juga jadi, maka saya pastikan jika gubernur yang ke sini pasti beres," kata Ganjar dalam keterangan resmi.

Kendati demikian, Ganjar belum bisa memastikan kapan proyek jembatan penghubung Banjarnegara-Wonosobo itu dibangun. Ia hanya mengatakan kepada warga, jika pembangunan tidak bisa langsung dikerjakan karena harus masuk dalam penganggaran APBD.

Meski demikian, ada alternatif lain yang lebih cepat, yakni dengan menggunakan anggaran pascabencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Nanti kita atur, kalau menggunakan APBD provinsi harus menunggu tahun depan atau paling cepat pada anggaran perubahan. Tapi ada yang lebih cepat, yakni menggunakan dana pascabencana," katanya.

Pertimbangan lain adalah jika jika membangun ulang jembatan gantung menggunakan APBD anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp600 juta. Tapi jika membangun jembatan permanen dengan dana pascabencana biaya yang dikeluarkan mencapai Rp2,5 miliar.

"Pak Kades saya minta untuk segera membuat pengajuan agar jembatan ini cepat beres. Untuk Bupati Wonosobo semoga bisa segera ke sini, karena warga sudah menunggu, kangen katanya," ujar Ganjar.

Sementara itu, salah satu warga Jebenplampitan, Nardi, mengaku dengan tidak akes jembatan yang rusak itu warga pun harus melewati jalur alternatif yang jaraknya mencapai 10 km untuk ke desa sebelah.

Karena tidak tega melihat anak-anak sekolah dan ibu-ibu ke ladang harus berputar jauh, lanjut Nardi, warga akhirnya secara swadaya membangun jembatan darurat dari bambu. Namun, jembatan itu pun tidak mampu bertahan lama.

"Sepanjang 2019 ini saja sudah ganti sebanyak 10 kali. Selain rusak ya karena terseret arus sungai saat hujan. Dari Pemkab beberapa kali ke sini, tapi tidak juga diperbaiki," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya