Warga Semarang Tidak Kenal Caleg, Ini Tips dari KPU Jateng saat Coblosan…

Ilustrasi pemungutan suara. (Solopos/Dok.)
12 April 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemungutan suara atau yang populer disebut coblosan pada Pemilu 2019 tinggal menghitung hari lagi. Meski demikian, masih banyak warga di Kota Semarang yang rupanya belum mengenal para calon anggota legislatif (caleg) yang akan mereka berikan hak suara saat berada di bilik tempat pemungutan suara, Rabu (17/4/2019) nanti.

Ketidaktahuan akan para caleg ini pun membuat beberapa warga mengaku bingung bakal memberikan suara kepada siapa saat coblosan nanti. Salah satunya, Mansur, 39, warga Jl. Mangga, Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan.

“Bingung mau pilih mana. Kenal saja enggak. Nanti, coblos semuanya saja kan beres,” ujar pria yang berprofesi sebagai pedagang kuliner itu saat berbincang dengan Semarangpos.com, Selasa (9/4/2019).

Senada juga diungkapkan Yusuf Ahmad Zaini, 47, warga Lamper Kidul. Pria yang saban hari bekerja sebagai pelatih tenis itu mengaku masih belum terlalu mengenal dengan para caleg yang melakoni kontestasi politik pada Pemilu 2019 ini.

Dari lima kertas suara yang harus dipilih nanti, ia menyatakan hanya paham dengan kertas suara yang digunakan untuk memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), serta caleg DPR RI.

“Yang lainnya enggak paham [caleg DPRD Kota Semarang, DPRD Jateng, dan DPD],” ujar pria yang akrab disapa Ucup itu.

Ucup menjelaskan sebenarnya kompleks tempatnya tinggal kerap didatangi caleg yang melakukan sosialisasi. Meski demikian, dari sekian banyak caleg itu tak ada yang cukup membuatnya tertarik untuk memberikan suaranya pada pesta demokrasi tahun ini.

“Yang cukup familiar, ya yang dari caleg DPR RI. Mereka cukup sering sosialisasinya. Kalau enggak datang sendiri ya lewat tim suksesnya,” imbuh Ucup.

Berbeda halnya Anindya, 25, warga Jangli, Candisari. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Semarang itu mengaku banyak caleg yang datang ke kampungnya. Meski demikian, dirinya tidak begitu mengenal para caleg itu.

Ketidakpahaman terhadap caleg itu pun membuat Anindya berniat merusak kertas suara saat pencoblosan nanti.

“Yang penting kan datang ke TPS. Daripada dikosongi, berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kecurangan,” ujar Anindya.

Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng), Putnawati, meminta masyarakat tidak bingung saat memberikan suaranya pada Pemilu 2019. Meski tidak mengenal caleg, masyarakat bisa mencoblos lambang peserta pemilu atau partai politik yang ada di kertas suara.

“Kalau bingung memilih caleg, pemilih bisa mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar parpol. Tata cara pencoblosan lebih lengkap bisa dilihat di web KPU tentang info pemilu,” ujar mantan Ketua KPU Salatiga itu.  

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya