Muri Catat Rekor Tumpeng Candi Borobudur BUMN

Menteri BUMN Rini Soemarno mengambil lauk tumpeng nasi kuning setinggi 13 m dari "crane" pada syukuran HUT ke-21 Kementerian BUMN di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/4 - 2019). (Bisnis/Istimewa)
14 April 2019 04:50 WIB M. Nurhadi Pratomo Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-21 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/4/2019). Disajikan dalam kesempatan itu tumpeng raksasa berbentuk Candi Borobudur yang dicatat sebagai rekor oleh Museum Rekor Indonesia (Muri).

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyajikan tumpeng dengan tinggi 4,13 m itu dengan lebar sekitar 6 mx6 m. Tumpeng tersebut mencatatkan dua rekor sekaligus. Rekor pertama yang didapatkan oleh Kementerian BUMN dari Muri adalah sajian nasi kuning terbanyak, yakni 5.821 porsi. Kedua, replika Candi Borobudur terbesar dari nasi kuning dengan tinggi 4,13 m.

Menteri BUMN Rini Soemarno pun turut menghadiri acara yang diikuti 45.000 pegawai BUMN beserta keluarga. Perayaan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti senam sehat bersama keluarga.

Dalam kesempatan itu, dia turut mempromosikan aplikasi Linkaja. Seperti diketahui, aplikasi itu merupakan layakan teknologi finansial (fintech) yang dirintis oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Layanan yang disediakan Linkaja adalah pembayaran cashless berbasis QR Code. Aplikasi itu mengintegrasikan layanan uang dari empat bank BUMN dan TCash milik PT Telekomunikasi Selular, anak usaha Telkom Indonesia. "Semuanya sudah punya LinkAja? Ayo harus punya,” ujar Rini dalam siaran pers yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Linkaja dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya dalam berbelanja. Pada kesempatan itu, Muri juga memberikan rekor transaksi terbanyak menggunakan QR Code dalam waktu kurang dari lima jam sebanyak 35.000 transaksi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis