UTBK di Undip Gunakan 1.850 Komputer

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, meninjau pelaksanaan UTBK di kampus Undip, Kota Semarang, Sabtu (14/4 - 2019). (Semarangpos.com Humas Undip)
15 April 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 1.850 unit komputer disediakan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk menggelar ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Ujian yang menjadi syarat awal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Undip itu digelar mulai Sabtu (13/4/2019).

Pelaksanaan UTBK hari pertama di Undip itu terbilang berjalan tertib dan lancar. Tak ada peserta yang datang terlambat. Ruang ujian pun ditempati 20-40 peserta dan rata-rata terlihat penuh dan hanya tampak 2-3 kursi kosong,

Tahun ini, sekitar 39.603 siswa yang mengikuti UTBK di Undip. Mereka terbagi dalam dua kelompok, yakni Saintek sekitar 21.739 orang dan Soshum mencapai 17.864 orang.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan beberapa sekolah di Semarang, pelaksanaan UTBK di Undip diselenggarakan secara mandiri yang dipusatkan beberapa fakultas yang berlokasi di kampus Tembalang dan kampus Pleburan. Pelaksanaannya pun di khususkan setiap hari Sabtu dan Minggu selama 22 sesi sampai 26 Mei 2019 nanti.

Rektor Undip, Prof. Dr. Yos Johan Utama, memberikan apresiasi terhadap panitia yang sudah menyiapkan keberlangsungan UTBK, termasuk pelayanan pada peserta difabel.

“Kami sediakan 1.850 komputer dan beberapa unit cadangan untuk melayani peserta. Dan itu kami adakan secara mandiri sehingga kami dapat langsung memantau dan memonitor jalannya test UTBK secara penuh” ujar Yos dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Sabtu.

Kesiapan ini juga terkait dengan antisipasi penuh terhadap kemungkinan joki yang mencoba menyusup sebagai peserta tes. “Insyaallah, semua aman dan lancar karena petugas akan secara penuh mengawasi dan mendeteksi secara berlapis persyaratan dan identitas peserta,” imbuh guru besar Fakultas Hukum Undip itu.

Yos juga meminta kepada peserta untuk tidak percaya dengan jasa joki dalam mengerjakan soal. “Jangan percaya terhadap oknum yang bisa membantu mengerjakan soal, karena soal tiap hari dan tiap sesi akan berbeda bentuk dan tipenya,” terang Yos.

Sementara itu, seorang peserta, Aji Pratama, menyebut tes model UTBK lebih mudah dan nyaman dibanding tahun lalu.

“Kalau soal saya kira lebih mudah dibandingkan tahun lalu, dan enaknya di komputer tertera waktunya sehingga saya mengetahui kurang berapa menit untuk mengerjakan  masing-masing soal,“ kata pria yang tahun lalu gagal dalam tes seleksi masuk Undip itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya