Tak Liburkan Pegawai Saat Coblosan, Pengusaha Wajib Bayar Uang Lembur

Ilustrasi buruh di Jawa Tengah (Jateng). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
16 April 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah (Jateng) meminta para pengusaha untuk meliburkan para pekerja pada hari pemungutan suara atau coblosan yang berlangsung, Rabu (17/4/2019).

Namun seandainya tetap mempekerjakan pegawai, Disnakertrans Jateng pun meminta pengusaha untuk memberikan uang lembur terhadap karyawannya.

Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang, mengatakan pemerintah telah menetapkan tanggal 17 April nanti sebagai hari libur nasional. Sehingga, sudah kewajiban para pengusaha untuk meliburkan pegawai agar bisa memberikan hak suara pada Pemilu 2019.

“17 April itu sudah menjadi hari libur nasional, khusus untuk buruh sudah dikeluarkan surat dari Kemenaker, bahwa intinya semua buruh diberikan libur untuk menyampaikan hak memilih pada pemilu,” ujar Wika kepada wartawan di Semarang, Senin (15/4/2019).

Wika menyebut bagi para pengusaha yang tidak meliburkan pekerja, maka bisa dikenai sanksi dari pemerintah. Seandainya tetap mempekerjakan pegawai, pengusaha wajib memberikan uang lembur.

“Pastinya saat ada aduan kami akan proses karena 17 April jadi hari libur nasional selama satu hari. Jadi, saying kalau digunakan buat kerja,” imbuh Wika.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi, mengklaim telah menginstruksikan semua perusahaan yang bernaung di bawah organisasinya untuk meliburkan semua pekerja.

Frans menyebut saat ini ada sekitar 1.600 perusahaan yang bergerak di bidang garmen, tekstil, baja, kayu, maupun UMKM. “Semuanya sudah kami minta meliburkan pekerja. Gunakan tanggal 17 April untuk menentukan nasib bangsa Indonesia. Buruh-buruh sudah saya instruksikan libur,” tegas Frans.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya