H-1 Coblosan, Serangan Fajar Kian Marak di Semarang

Warga Semarang menunjukkan uang Rp25.000 yang diberikan caleg menjelang pemungutan suara, Selasa (16/4/2019). (Imam Yuda S./JIBI - Semarangpos.com)
16 April 2019 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Serangan fajar atau bagi-bagi uang menjelang hari pemungutan suara pada Pemilu 2019 di Kota Semarang kian marak. Bahkan, pergerakan para calon anggota legislatif (caleg) maupun kontestan itu kian berani dengan membagikan amplop saat pagi hari.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, serangan fajar terjadi H-1 sebelum pemungutan suara atau Selasa (16/4/2019). Serangan fajar terjadi di beberapa wilayah, seperti Semarang Utara, maupun Klipang, Tembalang.

Salah seorang warga Jl. Layur, Semarang Selatan, FF, 32, mengaku mendapat amplop berisi uang Rp25.000. Amplop itu diberikan langsung oleh ketua RT setempat agar dirinya memilih salah seorang caleg DPR RI saat pencoblosan nanti. "Calegnya dari Partai Nasdem," ujar FF saat dijumpai Semarangpos.com, Selasa pagi.

FF mengaku mendapat amplop berisi uang itu saat hendak berangkat kerja sekitar pukul 08.30 WIB. "Calegnya itu anak seorang menteri era pemerintahan Gus Dur hingga SBY. Tapi belum pernah ke sini. Sosialisasi hanya diwakili RT," imbuh FF.

Tak hanya di Jl. Layur, serangan fajar juga terjadi di Klipang, Tembalang. Salah seorang warga, DAU, 34, mengaku sempat mendapat amplop yang berisi uang Rp100.000. Amplop itu pemberian salah seorang caleg DPRD Kota Semarang. "Yang mengasih caleg dari Partai Demokrat," ujar DAU.

DAU mengaku tidak tahu siapa yang memberikan amplop itu. Amplop tersebut diletakkan di sela pintu. "Saat saya masuk rumah sudah ada amplop putih itu. Isinya uang Rp100.000 dan surat anjuran untuk memilih caleg tersebut," ujar DAU.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Penindakan Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, menyatakan belum menerima laporan terkait adanya serangan fajar di Kota Semarang, H-1 menjelang pencoblosan.

"Kami belum mendapat laporan resmi adanya serangan fajar. Tapi, informasi yang kami dengar memang seperti itu. Kami akan coba telusuri," ujar Naya saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa siang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya