Jelang Pencoblosan, KPU Semarang Musnahkan 35.210 Surat Suara

Ketua KPU Kota Semarang, Nanda Goeltom, memusnahkan surat suara yang tidak terpakai di depan Gedung Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (16/4 - 2019) malam. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
16 April 2019 23:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Beberapa jam menjelang pemungutan suara Pemilu 2019 yang jatuh pada Rabu (17/4/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan pemusnahan 35.210 surat suara yang tidak layak digunakan.

Ribuan surat suara itu dimusnahkan dengan cara dibakar dalam sebuah tungku yang terbuat dari tong besi di depan Kantor KPU Kota Semarang, Gedung Pandanaran, Kota Semarang, Selasa (16/4/2019) malam.

Ketua KPU Kota Semarang, Nanda Goeltom, mengatakan 35.210 surat suara yang dimusnahkan itu terdiri dari 28.084 surat suara yang kondisinya masih baik tapi tidak boleh digunakan. Sedangkan sisanya sekitar 7.186 surat suara, merupakan surat yang kondisinya tidak layak digunakan atau rusak karena sobek maupun terdapat bercak tinta.

“Surat suara yang dimusnahkan ini bukan hanya yang berasal dari Kota Semarang, tapi juga dari KPU Provinsi Jateng. Hari ini harus kita musnahkan, karena besok sudah coblosan [pemungutan suara],” ujar Nanda saat dijumpai wartawan di sela pemusnahan surat suara.

Nanda mengatakan dari sekian banyak surat suara yang dimusnahkan itu paling banyak merupakan surat suara untuk memilih pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2019. Meski demikian, Nanda tak menyebut secara detail jumlah surat suara Pilpres yang dimusnahkan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Divisi Logistik KPU Jateng, Ikhwanuddin, mengatakan dari 35. 210 surat suara yang dimusnahkan itu paling banyak berasal dari kelebihan stok surat suara yang didistribusikan ke KPU Jateng untuk Kota Semarang dan beberapa kabupaten/kota di sekitarnya, seperti Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal.

Awalnya, stok suara itu akan digunakan untuk melengkapi kekurangan surat suara di setiap kabupaten/kota di Jateng. Namun saat H-1 pencoblosan ternyata surat suara itu masih banyak yang tersisa.

“Jadi saat H-3 coblosan itu, kita dapat laporan kalau masih banyak yang kekurangan surat suara. Tapi, saat H-1 ternyata seluruh kabupaten/kota sudah terpenuhi kebutuhannya. Jadi yang sisa harus kita musnahkan,” terang  Ikhwanuddin.

Surat suara yang kondisinya masih baik yang dimusnahkan itu perinciannya, yakni 10.000 dari percetakan yang tersimpan di gudang KPU Jateng. Sementara, 2.000 surat suara dari KPU Kabupaten Semarang, 1.000 surat suara dari Kendal, dan 1.000 surat suara dari Demak.

“Kalau hanya Kota Semarang enggak sampai sebanyak ini. Enggak sampai puluhan ribu,” imbuh Ikhwanuddin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya