Separuh Penghuni LP Wanita Semarang Tak Gunakan Hak Pilih, Termasuk Eks Bupati Karanganyar

Salah seorang napi LP Wanita Bulu Semarang, Dewi, menunjukkan kelingkingnya yang sudah terkena tinta seusai mencoblos pada Pemilu 2019 di LP Kelas II Semarang, Rabu (17/4 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
18 April 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hampir separuh lebih pengguna Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Semarang atau yang populer disebut LP Wanita Bulu tak bisa menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Data yang diperoleh Semarangpos.com, total ada sekitar 343 warga binaan yang saat ini menghuni LP Wanita Bulu. Namun hanya sekitar 143 narapidana yang mampu menyalurkan hak pilihnya.

Para napi perempuan yang bisa menyalurkan hak pilihnya itu pun mengikuti proses pemungutan suara dengan tertib. Mereka mencoblos surat suara di dua tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di dalam LP Bulu.

"Setiap pemilih mendapat jumlah surat suara yang berbeda-beda. Ada yang dapat lima surat suara, ada yang cuma dapat dua atau tiga sesuai KTP-nya," ujar Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik LP Kelas II Semarang, Nur Mustafidah, saat dijumpai Semarangpos.com, Rabu.

Nur menyebutkan di antara warga binaan yang tidak bisa menyalurkan hak suara adalah eks Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Perempuan yang menjadi pesakitan karena terganjal kasus korupsi itu sebenarnya sudah diusulkan untuk masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

"Sebenarnya semua sudah kami ajukan untuk bisa ikut coblosan atau masuk DPTb. Tapi, keputusan ada di KPU Kota Semarang. Nah, daftar dari KPU enggak ada namanya Bu Rina," imbuh Nur.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Tahahan dan  Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Dirjen Lembaga Pemasyarakatan, Heni Yuwono, mengaku memang tidak semua napi di LP Bulu yang bisa menyalurkan hak suara pada Pemilu 2019. Hal itu dikarenakan saat pendataan, napi tersebut ternyata tidak memiliki KTP elektronik atau belum rekam e-KTP.

"Jadi ada juga yang kemarin di data, tapi ternyata alamatnya enggak sesuai. Mereka juga banyak yang belum rekam data e-KTP. Alhasil enggak bisa mendapat C6 maupun A5," ujar Heni saat meninjau pencoblosan Pemilu 2019 di LP Bulu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya