8 Petugas KPPS dan TPS di Jateng Gugur dalam Tugas

Ilustrasi petugas KPPS menjalankan tugas sejak Rabu (17/4/2019) pagi hingga Kamis (18/4 - 2019) dini hari. (Antara/M. Faisal Hanapi)
21 April 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah memastikan delapan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas lain di TPS gugur saat menjalankan serangkaian tugas saat Pemilu 2019.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, ada delapan petugas KPPS dan TPS yang meninggal dunia, diduga karena kelelahan menjalankan tugas," ungkap anggota KPU Jateng Paulus Widiyantoro di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/4/2019).

Ia menjelaskan kedelapan petugas KPPS dan TPS yang meninggal dunia itu tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Rembang. "Beban kerja mereka luar biasa besar, mulai dari menyiapkan TPS pada Selasa [16/4/2019] hingga harus sudah menjalankan tugas pada Rabu [17/4/2019] pagi," ujarnya.

Ia lalu memerinci identitas kedelapan petugas KPPS dan TPS yang meninggal dunia itu. Mereka adalah Sugiharjo, petugas KPPS Desa Pingit Lor, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara; Subagyo, anggota KPPS di Kabupaten Demak; dan Suharto, petugas ketertiban TPS 17, Kelurahan Tegalgede, Kabupaten Karanganyar. Ada juga Pirno anggota Linmas di Kabupaten Pemalang; Slamet Mulyono petugas keamanan TPS 11 Kelurahan Proyonangan Selatan, Kabupaten Batang; Sopiah petugas KPPS 09 Banjarsari Kidul, Sokaraja, Kabupaten Banyumas; Yuli Anisah, petugas TPS 10 Wirun Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo; serta Nurul Hidayati anggota KPPS Desa Landoh, TPS 7, Kabupaten Rembang.

"Yang kecelakaan kemudian meninggal itu diduga akibat kelelahan sehingga hilang konsentrasi saat mengemudi," katanya.

Selain delapan orang tersebut, KPU Jateng juga mencatat ada tujuh petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit, bahkan tiga orang di antara mereka keguguran, yaitu di Kabupaten Klaten atas nama Wiwid Wijayanti yang merupakan anggota PPK Jatinom yang sedang mengandung, kemudian di Kabupaten Kebumen ada dua anggota KPPS yang keguguran, yaitu Umi Rojanah dan Siti Mungawanah.

"Tujuh orang ada yang jatuh di TPS saat proses sampai patah tulang tangan, yang pingsan sampai berapa jam juga ada, ada yang keguguran, yang stroke ada, yang di rawat di ICU sampai hari ini juga ada," bebernya.

Terkait dengan hal itu, KPU Jawa Tengah berencana memberikan santunan kepada para petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia atau sakit itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara