Harga Bawang Merah di Kudus Merosot, Ini Sebabnya...

Pedagang bawang merah di Pasar Bitingan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menunggu pembeli, Senin (22/4 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
24 April 2019 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Harga jual bawang merah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah turun drastis menjadi Rp28.000/kg setelah sebelumnya sempat naik menjadi Rp40.000/kg menyusul bertambahnya stok bumbu dapur ini.

"Harga jual bawang merah mulai turun sejak tiga hari lalu secara bertahap hingga hari ini turun menjadi Rp28.000/kg," kata salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Bitingan Kudus Sutikah di Kudus, Jawa Tengah, Senin (22/4/2019). Ia mengakui harga jual disesuaikan dengan harga pembelian, sehingga harganya selalu menyesuaikan dengan harga jual di pasaran.

Untuk stok bawang yang dibeli dengan harga yang lebih mahal, kata dia, sudah habis, sehingga ketika mendapatkan pasokan dengan harga lebih murah, dirinya tidak mengalami kerugian. "Beruntung setiap hari dengan stok bawang hingga delapan karung selalu habis terjual sehingga tidak khawatir dengan perubahan harga jual," ujarnya.

Selain menjual bawang merah dengan harga jual Rp28.000/kg, dirinya juga menjual bawang merah dengan harga jual Rp25.000/kg karena ukurannya yang lebih kecil. Ratmi, pedagang bawang merah lainnya mengakui hal yang sama bahwa sejak beberapa hari terakhir memang ada penurunan harga jual bawang merah.

Jika sebelumnya harga jual eceran untuk konsumen sebesar Rp40.000/kg, kata dia, untuk saat ini sudah turun menjadi Rp25.000/kg. Penurunannya, lanjut dia, memang bertahap menjadi Rp35.000/kg, kemudian turun lagi menjadi Rp25.000/kg.

Harga jual di tingkat pedagang dipastikan berbeda-beda karena kualitas bawang yang dijual juga berbeda-beda. Jika sebelumnya pasokan bawang mengandalkan dari Kabupaten Brebes, katanya, saat ini pasokan mulai datang dari Kabupaten Demak yang mulai ada stok bawang merah.

Ia memperkirakan harga jualnya akan kembali turun hingga menjadi Rp20.000-an setiap kilogramnya, seperti sebelum ada kenaikan. Fluktuasi harga jual bawang merah, katanya, ketika tidak bisa diprediksi dengan baik akan merugikan, seperti dirinya masih memiliki sisa stok bawang merah sedikit yang dibeli dengan harga yang lebih mahal.

"Seperti itulah risiko berjualan, sehingga harus pandai-pandai menyikapi setiap ada perubahan harga," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara