Warga Magelang Beraksi Tunggal Kampanyekan Penyelamatan Lingkungan

Andi Pranantyo, 42, warga Kampung Juritan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah beraksi tunggal untuk menyerukan penyelamatan lingkungan dengan bersepeda melewati jalur lambat di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (23/4 - 2019). (Antara/Istimewa)
24 April 2019 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Andi Pranantyo, 42, seorang warga Kampung Juritan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019), menggelar aksi unjuk rasa tunggal untuk menyerukan pentingnya penyelamatan lingkungan hidup.

Ia beraksi dengan cara bersepeda melewati jalur lambat di kawasan Alun-Alun Kota Magelang. "Faktanya masih banyak pengendara sepeda motor yang pakai jalur lambat. Jadi kalau mau lewat [jalur lambat] ya pakai sepeda," ujar Andi Pranantyo ketika dihubungi Kantor Berita Antara di Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (23/4/2019).

Ia menyatakan prihatin dengan masih banyak warga yang tidak peduli dengan kesehatan lingkungan sekitarnya, terutama ketika berkendaraan bermotor. Andi yang akrab dipanggil Andi Cheng-Cheng Po itu, sering melakukan kampanye penyelamatan lingkungan.

Aksi itu dilakukan, seperti ketika peringatan Hari Bumi, 22 April 2019, di mana ia menggelar aksi solo menggunakan sepeda tua berkeliling Kota Magelang. Dengan berbekal banner bertuliskan "Pengen Jalur Lambat, Ya Naik Sepeda Aja, Ramah Lingkungan, Bos!", Andi sempat berhenti di sejumlah jalur lambat, seperti Alun-Alun Kota Magelang, sepanjang aksi tunggal itu ia gelar.

Ia mengaku beringinan agar warga yang melintas tempat itu membaca dan memahami bahwa jalur-jalur yang disediakan sudah sesuai dengan peruntukan. Andi juga menuturkan bahwa salah satu aksi penyelamatan bumi yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan bersepeda.

Bersepeda, katanya, bukan sekadar menyehatkan badan tetapi juga mengurangi polusi udara. Menurut penelitian, kata Andi, polusi udara merupakan pembunuh senyap yang membahayakan manusia.

"Kalau sudah gemar bersepeda maka tidak akan suka kalau jalurnya diambil. Saya suka kesal kalau ada pengendara sepeda motor klakson-klakson di belakang saya yang lagi bersepeda. Pasti akan saya tegur," katanya.

Andi sudah sembilan tahun terakhir gemar bersepeda. Ia bahkan ikut berbagai komunitas sesama penggemar sepeda, mulai dari sepeda tua, sepeda lipat, BMX, hingga sepeda low rider.

Kepala Bagian Humas Pemkot Magelang Ahmad Ludin Idris mengapresiasi aksi warga tersebut. Ia mengatakan semua elemen masyarakat semestinya memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan hidup dengan cara masing-masing dan sederhana.

"Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun mulai dari diri kita sendiri. Aksi sederhana misalnya tidak buang sampah sembarangan, memilah sampah, bersepeda, itu juga bagian dari penyelamatan bumi yang kita tinggali ini," ucapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara