Ke Purwokerto, Dirut KAI Cek Persiapan Angkutan Lebaran 2019

Dirut PT KAI (Persero) Edi Sukmoro berdialog dengan calon penumpang kereta api di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (23/4 - 2019). (Antara/Sumarwoto)
24 April 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro bersama komisaris PT KAI (Persero), Selasa (23/4/2019), mengecek persiapan masa angkutan Lebaran 2019 di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi V Purwokerto.

Saat mengecek persiapan masa angkutan Lebaran 2019 di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa sore, dirut KAI yang didampingi direksi PT KAI, pejabat Kementerian BUMN, pejabat Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono berkesempatan berdialog dengan sejumlah calon penumpang kereta api. Dirut KAI selanjutnya memberikan pembekalan kepada manajemen PT KAI Daops V Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jogja dengan menggunakan KA Inspeksi 2.

Saat ditemui wartawan, dirut KAI mengatakan pihaknya mengecek kesiapan menjelang masa angkutan Lebaran 2019 di sepanjang jalur, baik jalur kereta api maupun stasiun-stasiun dari wilayah utara ke selatan dengan menggunakan KA Inspeksi 2. "Operasi Lebaran nanti yang akan berlangsung H-10 Lebaran sampai H2+10 Lebaran, 26 Mei sampai 16 Juni. Itu semua pegawai operasional termasuk direksi dan komisaris akan (terlibat dalam) posko untuk memastikan perjalanan kereta api aman sampai tujuan," katanya.

Di samping itu, kata dia, pihaknya juga melakukan pengecekan titik-titik rawan sesuai dengan pesan dari Direktur Jenderal Perkeretaapian agar pihak PT KAI (Persero) harus tetap waspada karena kondisi cuaca sampai sekarang masih belum menentu sehingga rawan longsor, rawan banjir, dan rawan anjlok. Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan meningkatkan penjagaan titik-titik perlintasan yang dinilai berbahaya dan di wilayah PT KAI Daops V Purwokerto cukup banyak perlintasan.

"Semua jalur yang kami lewati, dicatat, lalu minta penjelasan dari masing-masing Kadaop mana yang dianggap rawan, kemudian apa yang harus kita lakukan. Yang pasti kita meletakkan petugas di situ untuk mengawasi," jelasnya. Edi mengakui sepanjang perjalanan dari wilayah PT KAI Daops I Jakarta, PT KAI Daops III Cirebon, hingga PT KAI Daops V Purwokerto, pihaknya telah mencatat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurut dia, salah satu catatan yang perlu mendapat perhatian berupa kondisi tanah di beberapa titik yang cukup terjal dan dikhawatirkan labil. "Itu ada di daerah Linggapura [masuk wilayah PT KAI Daops V Purwokerto], makanya kita harus jaga supaya perjalannya KA aman," katanya.

Disinggung mengenai sesuatu yang membedakan masa Angkutan Lebaran 2019 dengan sebelumnya, dia mengatakan pihaknya saat sekarang telah menyediakan tempat untuk kaum milenial yang ingin tetap bekerja sambil menunggu kereta api. Menurut dia, tempat tersebut disediakan di tiga stasiun besar yang ada di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Jember.

"Mungkin Purwokerto belum tapi untuk Jakarta, Semarang, Bandung, itu kita menyediakan coworking space, ruangan untuk milenial kalau mereka mau bekerja, di situ disiapkan colokan, disiapkan wifi secara gratis, sehingga mereka bisa bekerja di situ," jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara