Di Semarang, Menhan Tolak Koreksi terhadap Kinerja Penyelenggara Pemilu 2019

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Antara/I.C.Senjaya)
24 April 2019 18:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah melalui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menolak kinerja penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dikoreksi. Di Kota Semarang, Selasa (23/4/2019), Menhan secara terbuka bahkan membingkai kritik terhadap kinerja penyelenggara Pemilu itu sebagai sikap yang tidak menghargai upaya yang telah dilakukan para personel penyelenggara pesta demokrasi tersebut.

Sikap antikritik itu, sebagaimana dipublikasikan Kantor Berita Antara, ditunjukkan Menhan Ryamizard Ryacudu di harapan pers Kota Semarang. Ia mengaku heran dengan adanya pihak-pihak yang tidak menghargai kerja penyelenggara Pemilu 2019. "Kok tidak ada penghargaan sama sekali, padahal mereka setengah mati," tukas Ryamizard.

Sebaliknya, ia lalu melontarkan ucapan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pelaksanaan pemilu yang berjalan aman. Ia juga menyampaikan rasa salut dan hormat kepada anggota KPPS yang meninggal dunia seusai bertugas dalam Pemilu 2019.

Menurut dia, para penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia itu sebagai pahlawan. "Tapi yang enggak capek-capek menjelek-jelekkan KPU kok sama sekali tidak memberi penghargaan pada mereka," sambungnya.

Menurut dia, banyak penyelenggara pemilu maupun aparat keamanan yang bekerja setengah mati di lapangan, bahkan sampai ada yang hujan-hujanan hingga teler di jalan.

Sebelumnya KPU mencatat 90 anggota KPPS meninggal dunia seusai menggelar pemungutan suara 17 April 2019, sementara 374 orang lainnya sakit. Di sisi lain, Badan Pengwas Pemilihan Umum (Bawaslu) tak henti mengungkap masih ada aib yang menyertai penyelenggaran pesta demokrasi kali ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara