Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Hingga 5 Bulan ke Depan

Staf Khusus Kemendag, Eva Yuliana tengah, dan Kepala Disperindag Jateng, M. Arif Sambodo paling kanan, meninjau harga bahan pokok di pasar ritel modern, Ada Swalayan, di Kota Semarang, Rabu (24/4 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
25 April 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Stok bahan pokok di Jawa Tengah (Jateng) tergolong aman hingga empat sampai lima bulan ke depan. Artinya, Jateng diprediksi tidak akan kekurangan kebutuhan bahan pokok selama bulan puasa hingga pasca-Lebaran nanti.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, M. Arif Sambodo, saat menggelar pantauan stok dan harga bahan pokok di salah satu toko retail modern di Kota Semarang, Rabu (24/4/2019).

“Stoknya [bahan pokok] di Jateng itu aman. Kalau dilihat di gudang Bulog tadi masih aman sampai empat hingga lima bulan ke depan. Apalagi, Jateng ini akan menghadapi masa panen, seperti bawang merah. Jadi masyarakat enggak perlu khawatir,” ujar Arif.

Dalam pantauan itu, Arif tidak sendirian. Ia turut didampingi Staf Khusus Bidang Antar-Lembaga Kementerian Perdagangan (Kemendag), Eva Yuliana.

Selain mengecek stok dan harga bahan pokok di toko retail modern, rombongan Kemendag itu juga memantau harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar, seperti Pasar Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Dalam pantauannya itu, Eva menilai stok bahan pangan di Jateng tidak hanya berlimpah. Namun, harga kebutuhan pokok juga cenderung stabil.

“Yang kita di Jateng itu soal harga daging beku. Harga daging beku di Jateng ini selama tiga tahun cenderung stabil,” ujar Eva.

Berdasarkan hasil pemantauan pada Pasar Johar MAJT pada tanggal 24 April 2018, harga barang kebutuhan pokok di Kota Semarang masih relatif stabil jika dibanding dengan harga sepekan lalu. Tercatat harga rata-rata di pasar tradisional itu untuk beras premium Rp12.000 per kg (di bawah HET Rp12.800 per kg), beras medium Rp10.000 per kg. gula pasir Rp11.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp11.000 per liter, tepung terigu Rp8.000 per kg, daging sapi Rp105.000 per kg, daging ayam Rp32.000 per kg, telur ayam Rp22.500 per kg, cabe merah keriting Rp14.000 per kg, dan lain-lain.

Selain melakukan pengecekan harga, Eva juga meminta para penjual di pasar tradisional maupun ritel modern untuk mencantumkan harga pada tiap jenis bahan pokok yang dijual. “Supaya masyarakat jadi tahu sebelum membeli bahan pokok yang dijual,” imbuh politikus Partai Nasdem itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya